Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Juli 2026 | 18.26 WIB

Israel Ancam Pengganti Ayatollah Ali Khamenei saat Iran Berduka, Bayangi Harapan Perdamaian dengan AS

Para pelayat berdoa selama salat jenazah yang diadakan sebagai bagian dari upacara pemakaman yang berlangsung selama beberapa hari untuk Pemimpin Tertinggi Iran yang terbunuh, Ayatollah Ali Khamenei, dan anggota keluarganya di Masjid Agung Imam Khomeini Mosalla di Teheran, Iran, Minggu, 5 Juli 2026. (AP Photo/Altaf Qadri). - Image

Para pelayat berdoa selama salat jenazah yang diadakan sebagai bagian dari upacara pemakaman yang berlangsung selama beberapa hari untuk Pemimpin Tertinggi Iran yang terbunuh, Ayatollah Ali Khamenei, dan anggota keluarganya di Masjid Agung Imam Khomeini Mosalla di Teheran, Iran, Minggu, 5 Juli 2026. (AP Photo/Altaf Qadri).

JawaPos.com - Di saat jutaan warga Iran memadati jalan-jalan Teheran untuk mengantar Ayatollah Ali Khamenei ke peristirahatan terakhir, Israel justru mengirim pesan keras kepada calon pemimpin baru Republik Islam tersebut.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan siapa pun yang kelak menggantikan Khamenei dan kembali mengancam negaranya akan menghadapi nasib yang sama.

Pernyataan itu disampaikan Katz ketika prosesi pemakaman Khamenei berlangsung pada Senin. Pemimpin tertinggi Iran tersebut tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari, sebuah operasi yang menjadi salah satu eskalasi paling besar dalam sejarah konflik kedua negara.

"Setiap tokoh seperti itu yang mencoba mempromosikan rencana untuk menghancurkan Israel lagi juga akan digagalkan," kata Katz, seperti dikutip Jerusalem Post.

Ucapan Katz secara jelas merujuk pada operasi militer yang menewaskan Khamenei. Menurut dia, serangan tersebut telah menghilangkan ancaman langsung terhadap keberlangsungan Israel sekaligus melemahkan kemampuan strategis Iran.

Katz juga menegaskan Israel tidak akan ragu bertindak jika ancaman serupa kembali muncul. Ia mengatakan negaranya siap mempertahankan diri kapan pun, bahkan tanpa bergantung pada bantuan negara lain.

Pernyataan itu langsung menyita perhatian karena disampaikan pada momen yang sangat sensitif. Di Teheran, lautan pelayat masih memenuhi ibu kota untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Khamenei.

Di saat yang sama, pernyataan pejabat senior Israel justru mengisyaratkan bahwa opsi penggunaan kekuatan militer masih tetap terbuka terhadap kepemimpinan baru Iran.

Ancaman tersebut juga muncul ketika upaya diplomasi sebenarnya mulai menunjukkan perkembangan. Pada 17 Juni lalu, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang bertujuan mengakhiri konfrontasi militer sekaligus membuka jalan menuju penyelesaian konflik secara damai.

Karena itu, pernyataan Katz memunculkan pertanyaan mengenai masa depan proses perdamaian tersebut. Di satu sisi, Iran dan Amerika Serikat sedang mencoba membangun kembali jalur diplomasi.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore