
Para pelayat berdoa selama salat jenazah yang diadakan sebagai bagian dari upacara pemakaman yang berlangsung selama beberapa hari untuk Pemimpin Tertinggi Iran yang terbunuh, Ayatollah Ali Khamenei, dan anggota keluarganya di Masjid Agung Imam Khomeini Mosalla di Teheran, Iran, Minggu, 5 Juli 2026. (AP Photo/Altaf Qadri).
JawaPos.com - Di saat jutaan warga Iran memadati jalan-jalan Teheran untuk mengantar Ayatollah Ali Khamenei ke peristirahatan terakhir, Israel justru mengirim pesan keras kepada calon pemimpin baru Republik Islam tersebut.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan siapa pun yang kelak menggantikan Khamenei dan kembali mengancam negaranya akan menghadapi nasib yang sama.
Pernyataan itu disampaikan Katz ketika prosesi pemakaman Khamenei berlangsung pada Senin. Pemimpin tertinggi Iran tersebut tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari, sebuah operasi yang menjadi salah satu eskalasi paling besar dalam sejarah konflik kedua negara.
"Setiap tokoh seperti itu yang mencoba mempromosikan rencana untuk menghancurkan Israel lagi juga akan digagalkan," kata Katz, seperti dikutip Jerusalem Post.
Ucapan Katz secara jelas merujuk pada operasi militer yang menewaskan Khamenei. Menurut dia, serangan tersebut telah menghilangkan ancaman langsung terhadap keberlangsungan Israel sekaligus melemahkan kemampuan strategis Iran.
Katz juga menegaskan Israel tidak akan ragu bertindak jika ancaman serupa kembali muncul. Ia mengatakan negaranya siap mempertahankan diri kapan pun, bahkan tanpa bergantung pada bantuan negara lain.
Pernyataan itu langsung menyita perhatian karena disampaikan pada momen yang sangat sensitif. Di Teheran, lautan pelayat masih memenuhi ibu kota untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Khamenei.
Di saat yang sama, pernyataan pejabat senior Israel justru mengisyaratkan bahwa opsi penggunaan kekuatan militer masih tetap terbuka terhadap kepemimpinan baru Iran.
Ancaman tersebut juga muncul ketika upaya diplomasi sebenarnya mulai menunjukkan perkembangan. Pada 17 Juni lalu, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang bertujuan mengakhiri konfrontasi militer sekaligus membuka jalan menuju penyelesaian konflik secara damai.
Karena itu, pernyataan Katz memunculkan pertanyaan mengenai masa depan proses perdamaian tersebut. Di satu sisi, Iran dan Amerika Serikat sedang mencoba membangun kembali jalur diplomasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Prediksi Skor Celje vs Slovan Bratislava di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Berujung Penalti?
Prediksi Skor Lyon vs Fenerbahce di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Kans Les Gones Menang!
Kiai Ta’in Tebuireng Dipolisikan Jelang Muktamar NU, TAAT Pasang Badan
Prediksi Skor Rapid Wien vs Hearts di Play-off Liga Konferensi Eropa: Tim Tamu Dijagokan Lolos!
