Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 Juli 2026 | 05.45 WIB

Ukraina Serang Fasilitas Minyak Rusia di St Petersburg, Zelenskyy Sebut sebagai 'Sanksi Jarak Jauh'

Asap membumbung dari fasilitas minyak dan pelabuhan di wilayah St Petersburg setelah diserang drone Ukraina (The Guardian) - Image

Asap membumbung dari fasilitas minyak dan pelabuhan di wilayah St Petersburg setelah diserang drone Ukraina (The Guardian)

JawaPos.com - Ukraina kembali melancarkan serangan drone jarak jauh yang menyasar infrastruktur strategis Rusia. Dalam serangan semalam, terminal minyak di St Petersburg serta kawasan Pelabuhan Vysotsk di pesisir Laut Baltik menjadi sasaran, menandai berlanjutnya strategi Kyiv untuk menekan sektor energi yang dinilai menjadi salah satu sumber pendanaan operasi militer Moskow.

Serangan tersebut terjadi ketika perang Rusia-Ukraina terus memasuki fase eskalasi, dengan kedua belah pihak semakin sering menyerang target yang berada jauh dari garis depan. Infrastruktur energi Rusia menjadi salah satu sasaran utama Ukraina sepanjang tahun ini karena dianggap berkontribusi terhadap pembiayaan perang.

Dilansir dari The Guardian, Minggu (5/7/2026), Gubernur St Petersburg Alexander Beglov mengatakan kota itu menjadi sasaran "serangan drone berskala besar" yang menghantam terminal minyak. Meski demikian, ia memastikan tidak ada korban jiwa dan seluruh dampak serangan telah ditangani oleh otoritas setempat.

Pada saat yang sama, Gubernur Wilayah Leningrad Alexander Drozdenko melaporkan sebuah drone juga menghantam kawasan Pelabuhan Vysotsk, sekitar 170 kilometer di barat laut St Petersburg di pesisir Laut Baltik. Pelabuhan tersebut merupakan salah satu simpul logistik penting Rusia yang menangani pengiriman minyak, gandum, batu bara, serta gas alam cair (liquefied natural gas atau LNG). 

Drozdenko mengatakan sistem pertahanan udara Rusia menembak jatuh 72 drone di wilayahnya, sementara sejumlah permukiman mengalami kerusakan ringan. Namun, ia tidak menjelaskan sejauh mana dampak serangan terhadap operasional pelabuhan tersebut.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy melalui Telegram menyatakan serangan itu merupakan bagian dari strategi yang ia sebut sebagai "sanksi jarak jauh" terhadap Rusia. Ia mengatakan, "Pasukan pertahanan Ukraina menyerang infrastruktur minyak pelabuhan yang menghasilkan pendapatan bagi perang Rusia, serta menghantam Kronstadt, target militer penting yang berjarak lebih dari 850 kilometer dari perbatasan negara Ukraina."

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Ukraina berupaya menargetkan fasilitas yang dinilai menopang kemampuan militer dan ekonomi Rusia. Selain infrastruktur minyak pelabuhan, Zelenskyy juga mengklaim pasukannya menyerang Kronstadt, pangkalan utama Angkatan Laut Rusia di dekat St Petersburg. 

Namun, hingga berita ini ditulis, pemerintah Rusia belum mengonfirmasi adanya serangan terhadap pangkalan militer tersebut, yang juga pernah menjadi sasaran serangan drone Ukraina pada bulan lalu.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengecilkan dampak serangan terhadap fasilitas energi negaranya. Menurut Putin, serangan tersebut "tidak bersifat kritis." Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya intensitas serangan Ukraina terhadap kilang minyak dan infrastruktur energi Rusia sepanjang tahun ini.

Serangan-serangan tersebut dilaporkan telah menyebabkan kerusakan besar pada sejumlah fasilitas serta memicu gangguan pasokan bahan bakar di berbagai wilayah Rusia.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore