
Presiden AS Donald Trump mengecam dugaan serangan drone Iran terhadap kapal kargo di Selat Hormuz (Al Jazeera)
JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengecam keras dugaan serangan drone terhadap kapal kargo Ever Lovely di Selat Hormuz yang menurutnya merupakan pelanggaran "bodoh" terhadap kesepakatan gencatan senjata antara Washington dan Teheran.
Serangan terbaru ini menjadi pukulan terhadap nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) berdurasi 60 hari yang baru ditandatangani kedua negara. Kesepakatan tersebut bertujuan meredakan ketegangan, mencabut blokade laut, membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran internasional, serta memberi ruang bagi perundingan lanjutan mengenai program nuklir Iran dan pencabutan sanksi.
Dilansir dari Al Jazeera, Jumat (27/6), Trump mengatakan sebuah drone menghantam dek atas kapal kargo berbendera Singapura Ever Lovely, milik perusahaan pelayaran Taiwan, Evergreen Marine.
Menurut militer Inggris, kapal tersebut diserang di lepas pantai Oman pada Kamis (26/6), setelah sebelumnya tertahan di kawasan Teluk selama lebih dari 100 hari usai memuat kargo di Irak. Meski mengalami kerusakan akibat serangan itu, tidak ada awak kapal yang terluka dan kapal tetap dapat melanjutkan pelayarannya.
Dalam unggahannya di Truth Social, Trump mengatakan, "Salah satu drone menghantam dengan tepat dek atas sebuah kapal pengangkut kargo yang besar dan sangat mahal. Kerusakan memang terjadi, tetapi kapal tersebut tetap dapat melanjutkan pelayarannya."
Ia juga menyebut pasukan AS berhasil mencegat tiga drone lain yang diluncurkan dalam serangan terkoordinasi tersebut. Menurut Trump, "Ini jelas merupakan pelanggaran yang bodoh terhadap kesepakatan gencatan senjata kita."
Beberapa jam setelah pernyataan itu, Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) mengumumkan telah menyerang lokasi penyimpanan rudal, gudang drone, serta situs radar pantai milik Iran. Militer AS menyatakan operasi tersebut dilakukan sebagai respons langsung atas serangan terhadap Ever Lovely, yang dinilai sebagai tindakan agresi tanpa alasan terhadap pelayaran komersial.
Dalam pernyataannya, CENTCOM menegaskan, "Agresi yang tidak beralasan terhadap pelayaran komersial oleh pasukan Iran secara jelas melanggar gencatan senjata. Perilaku berbahaya Iran juga telah merusak kebebasan navigasi melalui jalur perdagangan internasional yang sangat vital."
Hingga berita ini diturunkan, Iran belum mengakui bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, dua pejabat AS yang berbicara kepada Reuters dengan syarat anonim mengatakan bahwa drone yang menyerang kapal berasal dari Iran.
Di sisi lain, kapal Ever Lovely dilaporkan memilih berlayar melalui rute selatan di sepanjang pesisir Oman, bukan melalui koridor yang sebelumnya ditetapkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Beberapa jam sebelum insiden, IRGC mengeluarkan arahan agar seluruh kapal dagang berkoordinasi langsung dengan Angkatan Laut Iran ketika melintasi kawasan tersebut.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
