Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Juni 2026 | 20.32 WIB

Trump Naik Pitam Usai Kapal Kargo Diserang di Selat Hormuz, AS Langsung Luncurkan Serangan ke Iran

Presiden AS Donald Trump mengecam dugaan serangan drone Iran terhadap kapal kargo di Selat Hormuz (Al Jazeera) - Image

Presiden AS Donald Trump mengecam dugaan serangan drone Iran terhadap kapal kargo di Selat Hormuz (Al Jazeera)

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengecam keras dugaan serangan drone terhadap kapal kargo Ever Lovely di Selat Hormuz yang menurutnya merupakan pelanggaran "bodoh" terhadap kesepakatan gencatan senjata antara Washington dan Teheran. 

Serangan terbaru ini menjadi pukulan terhadap nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) berdurasi 60 hari yang baru ditandatangani kedua negara. Kesepakatan tersebut bertujuan meredakan ketegangan, mencabut blokade laut, membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran internasional, serta memberi ruang bagi perundingan lanjutan mengenai program nuklir Iran dan pencabutan sanksi.

Dilansir dari Al Jazeera, Jumat (27/6), Trump mengatakan sebuah drone menghantam dek atas kapal kargo berbendera Singapura Ever Lovely, milik perusahaan pelayaran Taiwan, Evergreen Marine.

Menurut militer Inggris, kapal tersebut diserang di lepas pantai Oman pada Kamis (26/6), setelah sebelumnya tertahan di kawasan Teluk selama lebih dari 100 hari usai memuat kargo di Irak. Meski mengalami kerusakan akibat serangan itu, tidak ada awak kapal yang terluka dan kapal tetap dapat melanjutkan pelayarannya.

Dalam unggahannya di Truth Social, Trump mengatakan, "Salah satu drone menghantam dengan tepat dek atas sebuah kapal pengangkut kargo yang besar dan sangat mahal. Kerusakan memang terjadi, tetapi kapal tersebut tetap dapat melanjutkan pelayarannya."

Ia juga menyebut pasukan AS berhasil mencegat tiga drone lain yang diluncurkan dalam serangan terkoordinasi tersebut. Menurut Trump, "Ini jelas merupakan pelanggaran yang bodoh terhadap kesepakatan gencatan senjata kita."

Beberapa jam setelah pernyataan itu, Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) mengumumkan telah menyerang lokasi penyimpanan rudal, gudang drone, serta situs radar pantai milik Iran. Militer AS menyatakan operasi tersebut dilakukan sebagai respons langsung atas serangan terhadap Ever Lovely, yang dinilai sebagai tindakan agresi tanpa alasan terhadap pelayaran komersial.

Dalam pernyataannya, CENTCOM menegaskan, "Agresi yang tidak beralasan terhadap pelayaran komersial oleh pasukan Iran secara jelas melanggar gencatan senjata. Perilaku berbahaya Iran juga telah merusak kebebasan navigasi melalui jalur perdagangan internasional yang sangat vital."

Hingga berita ini diturunkan, Iran belum mengakui bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, dua pejabat AS yang berbicara kepada Reuters dengan syarat anonim mengatakan bahwa drone yang menyerang kapal berasal dari Iran. 

Di sisi lain, kapal Ever Lovely dilaporkan memilih berlayar melalui rute selatan di sepanjang pesisir Oman, bukan melalui koridor yang sebelumnya ditetapkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Beberapa jam sebelum insiden, IRGC mengeluarkan arahan agar seluruh kapal dagang berkoordinasi langsung dengan Angkatan Laut Iran ketika melintasi kawasan tersebut.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore