Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 Juni 2026 | 22.15 WIB

Iran Mulai Renggangkan Selat Hormuz, tapi Kapal yang Melintas Wajib Punya Asuransi Khusus

Pemerintah Iran mewajibkan seluruh kapal di Selat Hormuz memiliki asuransi khusus. (Better World Campaign) - Image

Pemerintah Iran mewajibkan seluruh kapal di Selat Hormuz memiliki asuransi khusus. (Better World Campaign)

JawaPos.com - Hanya beberapa hari setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran menyepakati jaminan pelayaran bebas biaya di Selat Hormuz selama 60 hari. Teheran mulai merenggangkan salah satu celah perairan paling penting di dunia itu.

Meski demikian, Iran tetap pegang kendali. Iran dilaporkan mengambil langkah baru yang berpotensi mengubah aturan lalu lintas di Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi vital itu.

Pemerintah Iran kini mewajibkan seluruh kapal yang melintasi Selat Hormuz memiliki polis asuransi yang disetujui lembaga baru bentukan negara, Persian Gulf Strait Authority (PGSA). Asuransi tersebut memang diberikan secara gratis untuk sementara waktu, tetapi Iran secara terbuka menyatakan biaya dapat dikenakan setelah masa 60 hari berakhir.

Kebijakan ini memunculkan pertanyaan baru mengenai masa depan pengelolaan Selat Hormuz, terutama setelah Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang menjamin kapal-kapal komersial dapat melintas tanpa pungutan selama dua bulan atau 60 hari sejak kesepakatan ditandatangani.

Dalam dokumen syarat dan ketentuan PGSA yang diperoleh Lloyd's List, Iran menegaskan bahwa seluruh biaya asuransi saat ini ditanggung negara. "Asuransi ini diberikan secara gratis kepada pemilik kapal, dengan seluruh biaya ditanggung oleh Republik Islam Iran," tulis PGSA dalam dokumen tersebut.

Namun, otoritas itu juga menyisipkan klausul yang membuka peluang penerapan biaya di masa mendatang. "PGSA berhak memperkenalkan biaya asuransi di masa depan. Pemilik kapal nantinya diwajibkan membeli dan memperbarui perlindungan tersebut," lanjut dokumen itu.

Iran Pertegas Kendali atas Jalur Strategis Dunia

Langkah ini dipandang sebagai upaya paling jelas Iran sejauh ini untuk memperkuat pengaruhnya terhadap lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Selat yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut merupakan jalur vital bagi perdagangan minyak global. Gangguan sekecil apa pun di kawasan itu dapat memengaruhi harga energi dan rantai pasok internasional.

Meski sejumlah kapal kini mulai memanfaatkan koridor pelayaran selatan yang berada dekat pantai Oman dan mendapat perlindungan keamanan Amerika Serikat. Iran menegaskan kapal hanya boleh menggunakan jalur yang telah ditentukan oleh PGSA.

Menurut otoritas tersebut, kapal diwajibkan melintas melalui rute dekat Pulau Larak yang berada di sisi utara selat. "Lintasan hanya diperbolehkan melalui rute yang telah ditentukan di dekat Pulau Larak," lanjutnya.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore