
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance . (Dok. Reuters)
JawaPos.com - Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance, mengkritik kepanikan yang muncul di Israel, terkait nota kesepahaman yang baru ditandatangani antara Amerika Serikat dan Iran. Vance menekankan bahwa penggunaan kekuatan militer tidak dapat menjadi solusi bagi seluruh persoalan keamanan nasional.
Dalam wawancara dengan The New York Times, Vance mengatakan dirinya menilai, reaksi berlebihan yang muncul di Israel terasa ganjil karena didasari oleh ketidakpercayaan terhadap Amerika Serikat.
“Saya menganggap kepanikan yang terjadi di Israel ini agak aneh karena menurut saya hal itu berasal dari ketidakpercayaan. Padahal Amerika telah memperoleh kepercayaan dari kawasan tersebut,” kata Vance,dilansir dari Antara, Jumat (19/6).
Ia menegaskan bahwa Washington telah memberikan dukungan yang besar kepada Israel dan pemerintahnya selama bertahun-tahun. Karena itu, menurutnya, anggapan bahwa kesepakatan dengan Iran merupakan perjanjian yang buruk tidak didukung oleh fakta.
“Kami telah melakukan banyak hal untuk entitas dan pemerintah tersebut. Gagasan bahwa kami membuat kesepakatan yang buruk tidak didukung oleh fakta dan tidak masuk akal jika melihat panjangnya hubungan yang telah terjalin,” ujarnya.
Vance mengakui bahwa sebagian besar kalangan politik dan masyarakat Israel sangat sensitif terhadap kesepakatan tersebut. Menurutnya, kepanikan yang muncul sebagian dipicu oleh informasi yang keliru mengenai isi perjanjian.
Ia juga menyinggung kritik yang disampaikan Kepala otoritas keamanan nasional Israel Itamar Ben-Gvir dan Kepala otoritas keuangan Bezalel Smotrich terhadap kesepakatan tersebut.
“Respons saya kepada mereka adalah, apa sebenarnya usulan Anda? Anda adalah entitas dengan sembilan juta penduduk. Anda tidak bisa menyelesaikan setiap masalah keamanan nasional hanya dengan membunuh,” kata Vance.
Ia menilai kesepakatan tersebut akan memberikan manfaat bagi seluruh kawasan Timur Tengah, dunia internasional, termasuk Israel sendiri.
Menurut Vance, perjanjian itu telah berhasil mencapai salah satu tujuan utama Amerika Serikat, yakni mengakhiri program nuklir Iran.
“Kami telah menghancurkan program nuklir mereka. Kami telah membawa Iran ke titik di mana mereka menawarkan berbagai hal yang, apakah nantinya benar-benar dilaksanakan atau tidak, masih harus dilihat. Namun enam bulan lalu, hal-hal itu bahkan hanya bisa dianggap sebagai impian,” ujarnya.
Vance menambahkan bahwa proses negosiasi masih perlu diberikan kesempatan untuk berjalan. Ia menekankan pentingnya menilai tindakan Iran berdasarkan implementasi nyata, bukan hanya pernyataan.
“Mari kita biarkan proses negosiasi ini berjalan. Mari kita lihat apakah tindakan Iran benar-benar sesuai dengan apa yang mereka katakan. Dan berikan sedikit penghargaan kepada Amerika Serikat, yang menurut saya telah menjadi mitra luar biasa bagi pemerintah Israel selama bertahun-tahun,” kata Vance.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Hasil Piala Presiden: Persib Bandung vs Persebaya Surabaya 1-1, Lanjut ke Extra Time!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Senpi hingga Narkoba di Sekolah Swasta di Jaksel Ternyata Milik Eks Ketua Yayasan
