
Sejumlah warga mengibarkan bendera Iran saat berkumpul di Lapangan Revolusi, Tehran, Iran (Al Jazeera)
JawaPos.com - Kesepakatan baru antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk menghentikan rangkaian konflik bersenjata selama hampir empat bulan membuka babak baru dalam hubungan kedua negara.
Namun, di balik pengumuman diplomatik tersebut, masih muncul keraguan mendalam mengenai apakah langkah ini benar-benar menandai awal perdamaian yang stabil, atau sekadar jeda sementara dalam siklus ketegangan yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Kesepakatan ini secara umum dipandang sebagai upaya awal menuju de-eskalasi, tetapi belum menyentuh sejumlah isu mendasar yang selama ini menjadi sumber utama perselisihan, termasuk program nuklir Iran, kebijakan sanksi ekonomi, serta pembekuan aset-aset Teheran di luar negeri.
Baca Juga:Netanyahu Tersudut! Strategi Iran Gagal Total saat Kesepakatan AS-Iran Tak Penuhi Tuntutan Israel
Dilansir dari Al Jazeera, Selasa (16/6/2026), kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran ini rencananya akan ditandatangani pada Jumat mendatang. Perjanjian tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz yang selama konflik sebagian besar berada di bawah kendali Iran, serta pelonggaran blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan selatan Iran. Langkah ini diharapkan dapat menstabilkan pasar energi global yang sempat terguncang.
Sebagai imbalannya, Amerika Serikat disebut akan mencabut blokade laut yang selama ini menekan ekonomi Iran. Namun demikian, sejumlah isu krusial masih belum disepakati, termasuk masa depan program nuklir Iran, pencabutan sanksi ekonomi, serta pengembalian aset-aset Iran yang dibekukan di luar negeri.
Ketidakpastian ini memunculkan pandangan pesimistis di kalangan masyarakat. Parisa, seorang mahasiswa di Teheran, menilai kesepakatan tersebut belum memberikan dampak nyata bagi kehidupan warga.
"Menurut saya, kesepakatan ini tidak membawa manfaat besar bagi masyarakat karena tidak benar-benar diterapkan secara penuh untuk menciptakan stabilitas dalam hidup kami," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberlangsungan kesepakatan sangat rapuh. "Mungkin ini bekerja untuk sementara, tetapi kedua pihak bisa saja mengabaikannya lagi demi kepentingan masing-masing," kata Parisa.
Pandangan serupa disampaikan Mehdi, warga Teheran lainnya, yang meragukan ketahanan gencatan senjata ini. Ia menilai banyaknya isu yang belum terselesaikan membuat kesepakatan sulit bertahan lama.
"Saya tidak berpikir Amerika Serikat bersedia menerima bahkan tuntutan terkecil Iran," ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022