
Kantor Google DeepMind di London yang mengupayakan pembentukan serikat pekerja (The Guardian)
JawaPos.com - Ratusan karyawan Google DeepMind (GDM) di Inggris mendorong pembentukan serikat pekerja menyusul meningkatnya kekhawatiran atas penggunaan teknologi AI perusahaan itu oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk kepentingan pertahanan serta intelijen.
Perkembangan ini menambah daftar tekanan etis yang kini membayangi perusahaan-perusahaan teknologi besar dunia di tengah perlombaan dominasi AI global.
Google DeepMind, unit pengembangan AI milik raksasa teknologi Google yang dipimpin peraih Nobel Demis Hassabis, dilaporkan telah menyetujui pembicaraan formal dengan serikat pekerja Inggris melalui Advisory, Conciliation and Arbitration Service (Acas).
Langkah tersebut dinilai sebagai perkembangan penting di sektor teknologi yang selama ini relatif sulit ditembus gerakan serikat pekerja.
Baca Juga:Google Transformasi Mesin Pencarian Jadi Sistem AI Otonom dan Kembali Masuki Pasar Kacamata Pintar
Dilansir dari The Guardian, Sabtu (23/5/2026), pembicaraan itu berlangsung setelah pekerja di kantor pusat Google DeepMind di London memberikan suara untuk mengajukan upaya pembentukan serikat pekerja.
Dalam surel internal kepada staf, perusahaan menyatakan bahwa pembahasan di Acas "dapat mengarah pada pemungutan suara formal dalam beberapa bulan ke depan, yang memberi seluruh karyawan yang memenuhi syarat kesempatan memilih apakah mereka ingin diwakili oleh serikat pekerja."
Namun, Google DeepMind menolak memberikan pengakuan sukarela kepada Communications Workers Union (CWU) dan Unite untuk kepentingan perundingan kolektif. Perusahaan menegaskan, "Kami sepenuhnya menghormati hak ketenagakerjaan seluruh karyawan, termasuk hak untuk memilih apakah menjadi anggota serikat pekerja atau tidak. Pilihan Anda tidak akan memengaruhi bagaimana Anda diperlakukan di GDM."
Pihak Google DeepMind menyatakan tetap membuka dialog dengan pekerja meski belum menyetujui permintaan serikat pekerja untuk diakui secara resmi dalam perundingan kolektif terkait gaji, jam kerja, dan cuti.
"Kami menawarkan pertemuan melalui Acas, yang merupakan langkah standar berikutnya," kata juru bicara Google DeepMind. GDM juga menegaskan perusahaan tetap menghargai "dialog yang konstruktif dan langsung" dengan karyawan demi menjaga lingkungan kerja yang positif.
Dorongan pembentukan serikat pekerja ini muncul di tengah meningkatnya kegelisahan internal sejak Google pada 2025 menghapus komitmen untuk tidak menggunakan teknologinya dalam senjata berbahaya maupun pengawasan yang melanggar norma internasional. Ratusan pekerja disebut telah menandatangani petisi terkait kekhawatiran atas penerapan AI perusahaan dalam sektor militer dan intelijen.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
