
Mobil listrik mewah Denza Z milik BYD dipamerkan dalam pameran di Beijing pada April / Foto: (The Guardian)
JawaPos.com — Perubahan besar tengah berlangsung dalam industri otomotif global yang kini memasuki fase restrukturisasi mendalam, ditandai oleh pergeseran kapasitas produksi dari Eropa ke Tiongkok seiring melemahnya permintaan kendaraan di pasar utama dan meningkatnya tekanan biaya produksi di kawasan tersebut.
Tekanan pasar kendaraan listrik, penurunan penjualan di Eropa, serta tingginya beban operasional membuat sejumlah produsen mobil Eropa mulai memangkas kapasitas produksi dan mempertimbangkan penutupan atau pelepasan fasilitas pabrik. Pada saat yang sama, produsen asal Tiongkok mempercepat ekspansi dengan masuk langsung ke pasar Eropa melalui strategi produksi lokal.
Dilansir dari The Guardian, Senin (18/5/2026) di London, dinamika ini terlihat dari langkah Xpeng yang tengah mencari fasilitas produksi di Eropa, sementara Volkswagen berupaya mengurangi jumlah pabriknya. Situasi tersebut membuka peluang alih aset industri otomotif, meski prosesnya tidak selalu berjalan mulus.
Dalam laporan tersebut, Elvis Cheng, Direktur Pelaksana Xpeng untuk kawasan Eropa, menilai fasilitas manufaktur yang tersedia di Eropa belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan industri kendaraan listrik modern. Dia menyatakan, “Menurut saya, fasilitas tersebut sudah tua,” yang menggambarkan kesenjangan antara infrastruktur industri lama di Eropa dan kebutuhan produksi kendaraan generasi baru.
Sementara itu, data pasar menunjukkan peningkatan signifikan penetrasi kendaraan Tiongkok di Eropa. Pangsa pasar produsen Tiongkok mencapai 8,6 persen di Eropa Barat pada tiga bulan pertama tahun ini, hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini menandai perubahan cepat dalam struktur persaingan industri otomotif regional.
Sejumlah produsen kendaraan Tiongkok seperti BYD, Changan, Chery, Dongfeng, dan Geely kini tidak hanya mengandalkan ekspor, tetapi juga mulai menyiapkan basis produksi di Eropa. Strategi ini mencakup pembangunan fasilitas baru serta pemanfaatan pabrik yang dilepas produsen Eropa yang tengah melakukan efisiensi kapasitas.
Beberapa kesepakatan telah mulai terbentuk di lapangan. Nissan dilaporkan tengah bernegosiasi dengan Chery untuk pemanfaatan sebagian pabriknya di Sunderland, Inggris. Ford disebut telah menyetujui penjualan sebagian fasilitas di Valencia kepada Geely, sementara Stellantis lebih awal menjalin kemitraan produksi dengan Leapmotor di Spanyol.
Namun, tidak semua aset industri mudah dialihkan. Kepala eksekutif merek Volkswagen, Thomas Schäfer, menegaskan bahwa kondisi pasar tidak selalu menghasilkan pembeli seperti yang diharapkan. Dia menyatakan, “Saya tidak memiliki siapa pun yang datang untuk menanyakan pabrik tersebut,” seraya menepis spekulasi terkait calon pembeli fasilitas di Dresden.
Di sisi lain, Stellantis menilai kemitraan dengan produsen Tiongkok sebagai model kerja sama yang saling menguntungkan. Antonio Filosa menekankan bahwa kemitraan yang kuat harus memberi manfaat bagi kedua belah pihak, sementara Stella Li dari BYD menegaskan pendekatan independen dengan menyebut bahwa perusahaan bergerak cepat dan lebih efektif dalam pengambilan keputusan tanpa ketergantungan pada pihak lain.
BYD sendiri hampir menyelesaikan pembangunan pabrik di Hungaria, meski proyek tersebut turut menjadi sorotan terkait kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan Uni Eropa. Sementara itu, Markus Haupt dari Volkswagen Group menilai produsen Tiongkok berada dalam posisi kompetitif yang kuat, meski dia menekankan bahwa persaingan akan lebih seimbang jika produksi dilakukan di Eropa dengan standar biaya dan infrastruktur yang setara.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
