
Kondisi pekerja medis Lebanon telah tewas dibunuh oleh pasukan Israel (al-Jazeera)
JawaPos.com – Serangan Israel di Lebanon selatan dilaporkan semakin meningkat meskipun kesepakatan gencatan senjata telah diberlakukan sejak 16 April 2026.
Dilansir dari laman al-Jazeera pada Senin (11/5), Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut sedikitnya 51 orang tewas dalam serangan selama 24 jam terakhir. Di antara korban jiwa tersebut terdapat dua petugas medis yang menjadi sasaran serangan di wilayah selatan negara itu.
Menurut otoritas kesehatan Lebanon, dua petugas medis tewas setelah fasilitas kesehatan di kawasan Qalawiya dan Tibnin, Distrik Bint Jbeil, menjadi target serangan langsung.
Pemerintah Lebanon menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan norma kemanusiaan. Serangan terhadap tenaga medis juga dinilai memperburuk situasi kemanusiaan di wilayah konflik.
Sejak gencatan senjata dimulai pada pertengahan April, situasi keamanan di Lebanon selatan disebut belum menunjukkan perbaikan berarti. Data pemerintah Lebanon mencatat sedikitnya 552 orang meninggal dunia sejak kesepakatan penghentian konflik diberlakukan.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa intensitas serangan justru meningkat di tengah upaya perdamaian.
Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan bahwa tenaga kesehatan termasuk kelompok yang paling rentan terdampak konflik bersenjata di Lebanon. Sejak awal operasi militer baru pada Maret, lebih dari seratus pekerja medis dilaporkan tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka. Banyak fasilitas kesehatan juga dilaporkan terdampak serangan selama konflik berlangsung.
Petugas penyelamat di wilayah selatan Lebanon mengaku bekerja dalam kondisi penuh ancaman dan ketidakpastian. Mereka menyebut risiko kehilangan nyawa menjadi bagian dari tugas sehari-hari saat membantu korban serangan.
Situasi tersebut semakin memperbesar tekanan psikologis bagi tenaga medis dan petugas tanggap darurat di garis depan konflik.
Selain menimbulkan korban jiwa, konflik yang terus berlangsung juga menyebabkan gelombang pengungsian besar di Lebanon. Lebih dari satu juta warga dilaporkan meninggalkan tempat tinggal mereka sejak operasi militer dimulai pada Maret.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
