
Mark Zuckerberg mendorong riset biologi berbasis kecerdasan buatan untuk memahami kehidupan manusia hingga tingkat sel / Foto: (Futurism)
JawaPos.com — Upaya Mark Zuckerberg memasuki ranah biologi molekuler menunjukkan perubahan signifikan dalam arah inovasi global. Pendiri Meta itu kini mendorong agenda ambisius untuk mereplikasi sistem kehidupan manusia pada tingkat sel melalui kecerdasan buatan.
Melalui inisiatif Chan Zuckerberg Biohub yang juga melibatkan istrinya, Priscilla Chan, seorang dokter anak, yayasan tersebut menargetkan upaya jangka panjang untuk memanfaatkan kecerdasan buatan dalam riset biologi guna menyembuhkan dan mencegah seluruh penyakit.
Mengutip Futurism, Selasa (5/5/2026), Zuckerberg berupaya mensimulasikan biologi manusia pada tingkat sel. Ia memiliki tujuan untuk “menyembuhkan dan mencegah seluruh penyakit melalui biologi berbasis kecerdasan buatan, riset tingkat lanjut, dan teknologi mutakhir.”
Proyek ini dipandang sebagai bagian dari gelombang baru filantropi berbasis teknologi yang mengarah pada upaya memahami sekaligus merekonstruksi fondasi kehidupan manusia melalui sistem komputasi tingkat lanjut.
Dalam perkembangan terbaru, Biohub mengumumkan investasi senilai 500 juta dolar AS atau sekitar Rp 8,695 triliun (kurs Rp 17.390 per dolar AS) untuk mengembangkan model kecerdasan buatan yang mampu merepresentasikan sel manusia secara prediktif. Pendanaan ini dirancang dalam program lima tahun yang bertujuan mempercepat pemahaman tentang cara kerja sel dalam skala organisme secara menyeluruh.
Dari total anggaran tersebut, sekitar 400 juta dolar AS dialokasikan untuk pengembangan sistem kecerdasan buatan internal Biohub, sementara sisanya digunakan untuk mendukung kolaborasi dengan peneliti dari berbagai lembaga. Pendekatan ini diharapkan dapat menghasilkan pemodelan biologis yang jauh lebih presisi dibandingkan metode penelitian konvensional.
Dalam keterangan resminya, Kepala Ilmiah Biohub Alex Rives menegaskan kebutuhan akan lonjakan besar dalam ketersediaan data dan teknologi. Ia menyatakan, “Untuk membangun kecerdasan buatan yang mampu merepresentasikan seluruh kompleksitas biologi secara akurat dan mempercepat riset ilmiah, kita membutuhkan data dalam jumlah jauh lebih besar daripada yang tersedia saat ini.”
Ia menambahkan, “Kita membutuhkan teknologi baru untuk mengamati sel, mulai dari tingkat molekuler hingga jaringan, serta dalam konteks kesehatan dan penyakit.”
Di sisi lain, langkah Zuckerberg ini juga dipandang dalam konteks lebih luas sebagai bagian dari tren filantropi miliarder teknologi yang mengalihkan sebagian kekayaannya ke proyek riset kesehatan berskala besar, mengikuti pola yang sebelumnya dilakukan oleh Bill Gates dan Warren Buffett dalam ekosistem filantropi global.
Namun, ekspansi Biohub berlangsung di tengah sorotan terhadap kebijakan pajak perusahaan Meta. Laporan mencatat perusahaan tersebut hanya membayar sekitar 3,5 persen pajak pendapatan federal pada 2025, meskipun membukukan laba 79 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1.376 triliun.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
