
Seorang karyawan Amazon mengantarkan paket di pusat kota San Francisco (Reuters)
JawaPos.com - Amazon mempertegas arah strategisnya dalam perlombaan kecerdasan buatan (AI) global dengan meluncurkan perangkat lunak berbasis agen AI otonom untuk rekrutmen massal dan manajemen rantai pasok. Inisiatif ini menandai perubahan mendasar: AI tidak lagi sekadar alat efisiensi, melainkan sistem yang dirancang untuk bekerja selaras dengan pola kerja manusia.
Selama ini, perusahaan berbasis di Seattle tersebut merekrut ratusan ribu tenaga kerja musiman setiap tahun, terutama menjelang musim liburan. Kini, Amazon mulai memangkas tahapan konvensional, termasuk wawancara tatap muka, dengan mengandalkan sistem otomatis berbasis AI. Pergeseran ini mencerminkan transformasi lebih luas di industri teknologi, di mana otomatisasi mulai mengambil alih fungsi-fungsi inti sumber daya manusia.
Dilansir dari Reuters, Rabu (29/4/2026), peluncuran tersebut dilakukan dalam sebuah acara di San Francisco yang menghadirkan CEO Amazon Web Services, Matt Garman, serta eksekutif dari OpenAI. Pada forum itu, Amazon juga memperkenalkan filosofi desain AI yang mereka sebut sebagai "humorphism."
Baca Juga:OpenAI Akhiri Kemitraan Eksklusivitas dengan Microsoft, Siap Buka Akses ke Amazon dan Google
Pendekatan "humorphism" dirancang untuk membuat sistem AI lebih selaras dengan cara manusia bekerja. Amazon menyebut pendekatan ini bertujuan "membantu memanusiakan AI dan beradaptasi dengan cara manusia bekerja, bukan sebaliknya." Formulasi itu menunjukkan upaya perusahaan menjawab kekhawatiran global bahwa adopsi AI berpotensi menggeser peran manusia secara masif.
Fokus utama strategi ini adalah pengembangan agen AI otonom, perangkat lunak yang mampu merencanakan, mengambil keputusan, dan bertindak dengan intervensi manusia yang sangat minim. Tren ini berkembang cepat dan menjadi arena persaingan baru bagi pelaku industri seperti Alphabet, Anthropic, hingga OpenAI yang sama-sama mengembangkan solusi serupa untuk kebutuhan korporasi.
Dalam praktiknya, Amazon memperkenalkan sistem Connect Talent, yang dirancang untuk mengelola proses rekrutmen skala besar secara menyeluruh. Platform ini mampu mencari, menyaring, hingga merekrut kandidat dengan dukungan AI, termasuk melakukan wawancara sepanjang waktu dan menyiapkan catatan perekrut tanpa keterlibatan manusia secara langsung.
Senior Vice President AWS untuk solusi AI terapan, Colleen Aubrey, menegaskan bahwa transparansi tetap dijaga dalam proses tersebut. Kandidat, kata dia, akan mengetahui bahwa mereka sedang diseleksi oleh sistem AI. Dia juga mengakui teknologi ini masih terus dikembangkan. "Pengalaman ini terus menjadi lebih baik di setiap iterasi yang kami lakukan. Ada seni dalam membuat interaksi suara itu terasa alami dan manusiawi," ujarnya.
Namun demikian, dorongan menuju otomatisasi ini tidak lepas dari kontradiksi. Amazon sebelumnya memangkas sekitar 30.000 pekerjaan korporat sejak Oktober, yang sebagian dikaitkan dengan efisiensi berbasis AI. Aubrey menyinggung dilema itu dengan mengatakan, "Bagaimana kita menerjemahkan perilaku manusia dalam bekerja bersama ke dalam sebuah produk? Itulah yang kami kejar dan semoga akan terlihat hasilnya."
Selain rekrutmen, Amazon juga meluncurkan Connect Decisions, perangkat lunak yang membantu analisis dan pengolahan data untuk perencanaan rantai pasok. Sistem ini memungkinkan perusahaan menyerahkan proses analitis kepada AI di balik layar, sembari tetap memberikan dukungan data yang lebih cepat dan presisi kepada pengambil keputusan.
Langkah ini berlangsung di tengah persaingan teknologi yang semakin terbuka. Microsoft tidak lagi memegang akses eksklusif terhadap sebagian teknologi OpenAI, membuka ruang distribusi yang lebih luas. Sementara itu, komitmen investasi Amazon hingga 50 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp 862,5 triliun dengan kurs Rp 17.250 per dolar AS ke OpenAI menegaskan eskalasi kompetisi dalam perebutan dominasi AI global yang kian intensif.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
