
Asap membumbung di Lebanon, seperti yang terlihat dari sisi perbatasan Israel dengan Lebanon. (Florion Goga/Reuters)
JawaPos.com - Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon kembali dipertanyakan. Kelompok Hizbullah secara terbuka menyebut kesepakatan tersebut tidak ada artinya, menyusul terus berlanjutnya serangan militer Israel di wilayah Lebanon selatan meski masa damai resmi diperpanjang.
Kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat itu mulai berlaku pada 16 April dan baru saja diperpanjang selama tiga minggu. Perpanjangan ini merupakan hasil pembicaraan di Gedung Putih yang melibatkan Presiden AS Donald Trump bersama perwakilan Israel dan Lebanon.
Namun di lapangan, kekerasan belum benar-benar berhenti. Bahkan paling baru, militer Israel mengklaim telah mengeliminasi enam pejuang Hizbullah dalam baku tembak di Bint Jbeil.
Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan dua warga tewas akibat serangan udara Israel di Touline. Serangan artileri juga melukai warga di Yater, sementara perintah evakuasi dikeluarkan untuk Deir Aames.
Sejak konflik kembali memanas pada 2 Maret, total korban mencapai 2.491 orang tewas dan 7.719 luka-luka, menurut otoritas Lebanon.
Secara historis, gencatan senjata ini awalnya bertujuan meredam eskalasi konflik yang dipicu serangan Hizbullah sebagai bentuk dukungan terhadap Iran di tengah ketegangan kawasan yang lebih luas. Meski sempat menurunkan intensitas kekerasan, bentrokan bersenjata tidak pernah benar-benar berhenti.
Menurut beberapa laporan media lokal, bahkan pasukan Israel masih bertahan di Lebanon selatan dan mempertahankan zona penyangga yang mereka tetapkan sendiri. Hizbullah menuduh Israel terus melakukan serangan udara, pembunuhan terarah, hingga penghancuran permukiman.
Laporan dari jurnalis Al-Jazeera Heidi Pett di kota Tyre, sebelumnya juga menyebutkan bahwa situasi di lapangan masih jauh dari kondusif.
“Masih terjadi serangan udara, serangan drone, penghancuran rumah, dan pendudukan wilayah di Lebanon selatan,” ujarnya.
“Sebagai respons, Hizbullah juga menembakkan roket dan drone ke arah pasukan Israel, baik di dalam Lebanon maupun lintas perbatasan,” tambahnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
