Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 April 2026 | 13.40 WIB

Veteran AS Ditangkap saat Protes Perang Iran, Tekanan ke Trump Meningkat

Trump ancam akan kembali menjatuhkan bom ke Iran jika kesepakatan nuklir tidak tercapai (Al Jazeera) - Image

Trump ancam akan kembali menjatuhkan bom ke Iran jika kesepakatan nuklir tidak tercapai (Al Jazeera)

JawaPos.com - Puluhan veteran militer Amerika Serikat (AS) diamankan aparat saat menggelar aksi demonstrasi menolak perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran di Gedung Capitol, Washington, pada Senin (20/4). Aksi ini mencerminkan meningkatnya penolakan dari dalam negeri terhadap konflik tersebut.

Seperti dilansir dari Anadolu, sekitar 60 veteran bersama anggota keluarga mereka, termasuk penyandang disabilitas, berkumpul di rotunda Gedung Cannon House Office dengan mengenakan seragam militer. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan “End the War on Iran” dan “We Can’t Afford Another War”, sambil berdiri tegap sebagai bentuk protes.

Dalam aksi tersebut, para veteran juga melakukan upacara pelipatan bendera sebagai simbol penghormatan bagi personel militer Amerika Serikat yang gugur dalam perang, sekaligus sebagai pengingat potensi korban jika konflik terus berlanjut.

Beberapa peserta terlihat membawa bunga tulip merah untuk mengenang warga Iran yang tewas dalam perang yang disebut dimulai pada 28 Februari oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

“Perang ini sudah sangat tidak populer, dan sudah menjadi krisis bagi pemerintahan Trump,” kata Direktur Eksekutif Center on Conscience and War (CCW) Mike Prysner dalam pernyataan sebelum dirinya ditangkap.

Ia menambahkan, lebih dari 100 personel militer telah mengajukan diri sebagai penolak wajib militer atas dasar hati nurani atau conscientious objectors (CO), yakni prajurit yang menolak terlibat dalam perang yang mereka nilai tidak bermoral.

“Namun jika lebih banyak lagi yang berdiri dan bersuara, ada peluang nyata untuk memperdalam krisis bagi Trump sehingga memaksa mereka mundur dari perang ini,” ujarnya.

Menurut CCW, sekitar lima lusin demonstran ditangkap oleh Polisi Capitol Amerika Serikat dalam aksi pembangkangan sipil tersebut.

Sementara itu, Tyler Romero, salah satu klien CCW, menyampaikan pesan kepada prajurit aktif agar mempertimbangkan posisi mereka terhadap perang.

“Ini adalah momen sejarah paling penting dalam hidup kita, dan pilihan yang Anda ambil sangat berarti. Dari pengalaman saya, terus mendukung mesin perang hanya akan menambah penderitaan,” katanya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore