
Seorang petugas polisi berjalan melewati papan iklan mengenai negosiasi Amerika Serikat dan Iran, di luar pusat fasilitasi media di Islamabad, Pakistan, Sabtu, 11 April 2026. (Anjum Naveed/AP)
JawaPos.com - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memasuki fase penentuan. Gencatan senjata sementara yang berlangsung selama dua pekan dijadwalkan berakhir pada Rabu (22/4) esok tanpa kepastian apakah perundingan lanjutan akan terjadi atau justru konflik kembali memanas.
Gencatan senjata ini sebelumnya disepakati pada 8 April, menyusul lebih dari 40 hari konflik intens. Namun, upaya diplomasi yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, belum menunjukkan hasil signifikan. Iran disebut enggan melanjutkan negosiasi di tengah tekanan militer dan ancaman dari Washington.
Di sisi lain, Amerika Serikat tetap optimistis pembicaraan bisa berlanjut. Meski begitu, sinyal keras justru datang dari Presiden AS, Donald Trump.
Trump: Tak Ada Waktu untuk Perpanjang Gencatan
Dalam wawancara dengan CNBC pada Selasa (21/5) Trump menegaskan tidak tertarik memperpanjang gencatan senjata jika belum ada kesepakatan konkret.
"Saya tidak mau melakukan itu. Kita tidak punya banyak waktu," kata Trump saat ditanya soal kemungkinan perpanjangan gencatan senjata.
Ia juga menyebut posisi negosiasi AS saat ini kuat dan yakin akan menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan. Namun, di saat yang sama, Trump memperingatkan bahwa serangan militer bisa kembali dilancarkan jika Iran tidak segera menyepakati kesepakatan.
"Saya berharap akan melakukan pengeboman karena saya pikir itu adalah sikap yang lebih baik untuk diterima. Tapi kami siap untuk berangkat. Maksudku, militer sedang bersemangat untuk pergi," ujarnya, seperti dikutip dari Reuters.
Diplomasi Mandek, Iran Masih Ragu
Perundingan yang dimediasi di Islamabad dipimpin oleh Wakil Presiden AS JD Vance. Meski Washington menyatakan yakin Iran akan hadir, pejabat Teheran masih mempertimbangkan keikutsertaan mereka.
Iran menilai negosiasi berlangsung di bawah 'bayang-bayang ancaman', terutama akibat blokade laut AS dan pernyataan keras Trump.
Situasi ini membuat peluang tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat semakin tipis.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
