
Ilustrasi atribut Hizbullah. (Al-Hurra)
JawaPos.com - Amerika Serikat (AS) meningkatkan tekanan terhadap jaringan milisi pro-Iran di Timur Tengah dengan menawarkan imbalan besar bagi siapa pun yang bisa memberikan informasi kunci. Langkah ini dinilai menjadi bagian dari strategi lebih luas untuk melemahkan kelompok seperti Hizbullah di Lebanon.
Melalui program Rewards for Justice, U.S. State Department mengumumkan hadiah hingga USD 10 juta (sekitar Rp 160 miliar) untuk informasi yang mengarah pada keberadaan Ahmad al-Hamidawi, pemimpin milisi Irak Kataib Hezbollah yang telah masuk daftar teroris global sejak 2020.
Meski target utama adalah tokoh milisi di Irak, kebijakan ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa Washington juga memperluas tekanan terhadap jaringan kelompok yang terafiliasi Iran, termasuk Hizbullah di Lebanon.
Mengutip Al-Hurra, pemerintah AS menuding al-Hamidawi sebagai otak di balik berbagai serangan terhadap fasilitas diplomatik dan personel Amerika di Irak. Kelompoknya disebut rutin menggunakan roket, drone, hingga bahan peledak rakitan dalam operasi mereka.
“Kataib Hezbollah selama bertahun-tahun berulang kali menargetkan personel dan fasilitas AS di Irak,” demikian pernyataan resmi pemerintah AS.
Selain itu, kelompok ini juga dituduh terlibat dalam penculikan warga AS serta serangan yang menewaskan warga sipil Irak. Al-Hamidawi, yang juga dikenal sebagai Abu Hussein al-Hamidawi, disebut memiliki hubungan erat dengan Islamic Revolutionary Guard Corps dan unit elitnya, Quds Force.
Tekanan Paralel: Lucuti Hizbullah di Lebanon
Langkah AS ini berjalan beriringan dengan perkembangan diplomasi antara Israel dan Lebanon. Dalam perundingan di Washington yang dipimpin Marco Rubio, kedua negara sepakat bahwa Hizbullah harus dilucuti dari kekuatan militernya.
Sebelumnya diberitakan, Duta Besar Israel untuk AS, Yechiel Leiter, menegaskan kesamaan sikap kedua pihak.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
