
Pejuang Hizbullah meneriakkan selama prosesi pemakaman di pinggiran selatan Beirut, Lebanon. (File: Hussein Malla/AP Photos)
JawaPos.com - Upaya meredakan konflik berkepanjangan di Timur Tengah memasuki fase baru. Israel dan Lebanon untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga dekade duduk bersama dalam pembicaraan damai di Washington, dengan salah satu poin utama adalah pelucutan senjata Hizbullah. kelompok yang dilabeli organisasi teroris oleh Amerika Serikat.
Pertemuan yang dimediasi oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio itu menghasilkan sinyal kuat bahwa kedua negara memiliki kepentingan bersama untuk mengakhiri pengaruh militer Hizbullah di Lebanon.
Duta Besar Israel untuk AS, Yechiel Leiter, menyebut pertemuan tersebut sebagai tonggak bersejarah setelah 33 tahun tanpa dialog langsung serupa.
Baca Juga:Ramalan Zodiak Gemini Hari Kamis, 16 April 2026: Penuh Peluang, Komunikasi Jadi Kunci Sukses
"Amerika Serikat mengucapkan selamat kepada kedua negara atas tonggak sejarah ini dan menyatakan dukungannya untuk pembicaraan lebih lanjut, dan untuk rencana pemerintah Lebanon untuk memulihkan monopoli kekuatan dan mengakhiri pengaruh arogan Iran," ujarnya dikutip via New York Post.
Leiter menegaskan bahwa baik Israel maupun Lebanon kini berada di sisi yang sama dalam upaya mengakhiri dominasi Hizbullah yang didukung Iran.
"Kami menemukan hari ini bahwa kami berada di sisi yang sama dari persamaan tersebut. Kami berdua bersatu dalam membebaskan Lebanon dari kekuatan pendudukan yang didominasi oleh Iran bernama Hizbullah," lanjutnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah Lebanon telah menyampaikan sikap tegas untuk tidak lagi berada di bawah bayang-bayang Hizbullah.
Momentum Melemahkan Hizbullah
Menurut Leiter, momentum pelucutan senjata muncul setelah Hizbullah melemah akibat hampir tiga tahun konflik dengan Israel. Kelompok tersebut diketahui memiliki kekuatan militer sendiri di luar kendali pemerintah Beirut, sekaligus berperan sebagai partai politik.
Di sisi lain, Duta Besar Lebanon untuk AS, Nada Hamadeh, tidak secara langsung mengomentari detail kesepakatan pelucutan senjata. Ia lebih menekankan urgensi gencatan senjata dan penanganan krisis kemanusiaan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022