
Ilustrasi Iran terjunkan pasukan elitnya jaga kawasan sekitar teluk Persia. (Platform X)
JawaPos.com - Iran dilaporkan telah mengerahkan pasukan komando laut elit mereka yang disebut sebagai Takavaran di sepanjang garis pantai selatannya, menjadikan kawasan Teluk Persia sebagai garis depan terbaru dalam eskalasi konflik regional 2026 yang kian meluas.
Langkah ini muncul segera setelah perundingan damai di Islamabad, Pakistan, gagal mencapai kesepakatan. Situasi tersebut memperkuat kekhawatiran Teheran terhadap peningkatan konsentrasi pasukan Amerika Serikat di kawasan, yang dinilai berpotensi menjadi awal dari operasi penyerangan terhadap infrastruktur militer dan ekonomi di wilayah pesisir Iran.
Media pemerintah Iran menyebut pengerahan ini sebagai langkah defensif untuk mengantisipasi kemungkinan infiltrasi atau pendaratan amfibi. Namun, waktu pelaksanaannya juga dipandang sebagai sinyal strategis yang jelas bagi negara-negara di kawasan Teluk.
Baca Juga:Barcelona Minta UEFA Periksa Rumput Metropolitano Jelang Laga Krusial Lawan Atletico Madrid
Berdasarkan gambar yang dirilis menunjukkan pasukan komando dengan kamuflase tersebar di wilayah pesisir berpasir yang menghadap langsung ke Teluk Persia dan jalur masuk Teluk Oman.
Meski demikian, otoritas Iran tidak mengungkap secara rinci jumlah personel, lokasi pasti, maupun komposisi unit yang dikerahkan, sebuah pendekatan yang dinilai menjaga ambiguitas operasional sekaligus memperkuat efek psikologis terhadap lawan.
Pengumuman ini bertepatan dengan klaim Iran bahwa ribuan personel militer Amerika Serikat, termasuk Marinir, pasukan lintas udara, dan unit operasi khusus, tengah diposisikan ulang di berbagai titik di Timur Tengah.
Sejumlah analis di Iran menilai pergerakan tersebut berpotensi mendukung operasi serangan terhadap Pulau Kharg, terminal ekspor minyak utama Iran, atau fasilitas pesisir di sekitar Selat Hormuz.
Baca Juga:Jadwal Siaran Langsung Liga Champions UEFA Malam Ini: Misi Balas Dendam Liverpool atas PSG
Sebagai respons, Iran tampak ingin menunjukkan kesiapan menghadapi segala kemungkinan, dengan menegaskan bahwa setiap upaya pendaratan musuh akan langsung dihadang oleh pertahanan berlapis, mulai dari pasukan komando laut, unit pesisir, ranjau laut, hingga sistem pengawasan maritim.
Sebagai informasi, pasukan yang dikerahkan berasal dari Angkatan Laut reguler Iran, yakni Artesh Navy, bukan dari cabang laut Garda Revolusi Islam (IRGC).
Perbedaan ini dinilai penting secara strategis, karena Artesh Navy dikenal berfokus pada peperangan maritim konvensional. Hal ini mengindikasikan bahwa Iran tengah mempersiapkan pertahanan pesisir yang lebih terorganisasi dan berkelanjutan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
