
Seorang warga Palestina menangis di antara reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan Israel di Jalur Gaza. (Al Jazeera)
JawaPos.com — Serangan militer Israel kembali menewaskan warga di Jalur Gaza setelah sebuah pos pemeriksaan polisi di kamp Bureij, Gaza tengah, menjadi target serangan pada Sabtu (11/4), dini hari. Insiden ini menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai beberapa lainnya, menurut keterangan tim medis di lapangan.
Dilansir dari Reuters, Sabtu (11/4), belum dapat dipastikan apakah seluruh korban tewas merupakan anggota kepolisian. Selain itu, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak militer Israel terkait serangan tersebut.
Mengutip TRT World, serangan ini menjadi bagian dari rangkaian pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan kelompok perlawanan Palestina, Hamas, yang dicapai pada Oktober tahun lalu dengan mediasi Amerika Serikat.
Lebih lanjut, sumber medis dan kepolisian di Gaza menyebutkan bahwa sejak Oktober, puluhan anggota aparat kepolisian telah tewas akibat berbagai serangan Israel. Hal ini menunjukkan bahwa aparat sipil turut menjadi sasaran dalam eskalasi konflik yang terus berlangsung.
Di sisi lain, data Kementerian Kesehatan Palestina mencatat bahwa sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober 2025, Israel telah melakukan pelanggaran hampir setiap hari. Akibatnya, sebanyak 736 warga Palestina tewas dan 2.035 lainnya mengalami luka-luka hingga 18 Maret 2026.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kesepakatan penghentian kekerasan telah disepakati, implementasinya di lapangan dinilai jauh dari efektif. Serangan yang terus terjadi memperlihatkan rapuhnya komitmen terhadap perjanjian tersebut.
Lebih luas, konflik yang telah berlangsung sejak Oktober 2023 di jalur Gaza telah menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina dan melukai sekitar 172.000 lainnya, serta menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur sipil di wilayah tersebut.
Adanya serangan terbaru ini kembali menegaskan bahwa pelanggaran gencatan senjata terus berulang, memperpanjang krisis kemanusiaan di Gaza dan memperkecil peluang terciptanya stabilitas jangka panjang.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
