
Petugas penyelamat berdiri di tengah puing-puing lokasi serangan Israel di Tyre, Lebanon. (TRT World)
JawaPos.com — Baru hitungan jam setelah gencatan senjata diumumkan, Israel langsung melanggar kesepakatan dengan menggempur Lebanon dalam serangan besar-besaran, menghantam lebih dari 100 target hanya dalam beberapa menit dan meruntuhkan kesepakatan yang bahkan belum sempat berjalan.
Aksi militer Israel ini langsung memicu kemarahan Iran, yang kini secara terbuka mengancam akan keluar dari perjanjian. Alih-alih meredakan ketegangan, eskalasi terbaru justru memperlihatkan bagaimana jalur diplomasi kembali terpukul oleh realitas di lapangan.
Serangan yang menyasar berbagai titik strategis itu dinilai memperparah situasi dan menempatkan gencatan senjata dalam posisi kritis bahkan sebelum berjalan penuh.
Dilansir dari Al Jazeera, Kamis (9/4/2026), sumber yang dikutip kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, menyebut Teheran tengah meninjau ulang komitmennya terhadap rencana gencatan senjata dua pekan yang sebelumnya disusun bersama Amerika Serikat. Peninjauan ini dilakukan setelah serangkaian serangan Israel ke Lebanon yang dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap kesepakatan.
Sumber tersebut menegaskan bahwa kelangsungan gencatan senjata kini disebut bergantung penuh pada penghentian serangan Israel. “Iran akan menarik diri dari perjanjian jika pelanggaran gencatan senjata oleh rezim Zionis terus berlanjut melalui serangan terhadap Lebanon,” tegas sumber tersebut.
Pernyataan ini tidak berdiri sendiri. Media Iran lainnya, termasuk Press TV, melaporkan bahwa aparat militer Iran kini tengah bersiap merespons. Bahkan, disebutkan bahwa angkatan bersenjata sedang mengidentifikasi sejumlah target sebagai bagian dari langkah antisipatif terhadap kemungkinan eskalasi lebih lanjut.
Di sisi lain, Iran menilai bahwa kesepakatan gencatan senjata seharusnya berlaku menyeluruh di seluruh front konflik, termasuk terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon. Dalam perspektif Teheran, serangan terhadap kelompok tersebut tetap masuk dalam kategori pelanggaran karena melemahkan esensi penghentian konflik secara keseluruhan.
Namun fakta di lapangan menunjukkan intensitas serangan yang justru meningkat. Militer Israel dilaporkan meluncurkan serangan terkoordinasi ke lebih dari 100 target hanya dalam waktu sekitar 10 menit—sebuah operasi yang disebut sebagai salah satu yang terbesar sejak ofensif terbaru dimulai.
Serangan tersebut menghantam sejumlah wilayah penting, termasuk Beirut, Lembah Beqaa, serta kawasan selatan Lebanon. Skala dan kecepatan operasi ini menandai lonjakan signifikan dalam intensitas konflik, sekaligus mempertegas ketegangan yang terus membesar.
Konflik ini sendiri berakar dari serangan lintas batas oleh Hizbullah pada 2 Maret lalu, yang kemudian direspons Israel melalui serangan udara dan operasi darat berkelanjutan. Meskipun gencatan senjata sebelumnya sempat diberlakukan sejak November 2024, dinamika terbaru menunjukkan bahwa stabilitas kawasan masih jauh dari kata aman.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022