Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 April 2026, 00.18 WIB

Hizbullah Tahan Serangan ke Israel di Tengah Jeda AS-Iran, Tapi Israel Tetap Bombardir Lebanon

Tim penyelamat bekerja di lokasi serangan Israel, di tengah permusuhan antara Israel dan Hizbullah, di Beirut, Lebanon, 5 April 2026. (ArabWeekly). - Image

Tim penyelamat bekerja di lokasi serangan Israel, di tengah permusuhan antara Israel dan Hizbullah, di Beirut, Lebanon, 5 April 2026. (ArabWeekly).

JawaPos.com - Di tengah upaya meredakan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, kelompok Hizbullah dilaporkan bersedia menghentikan sementara serangan terhadap Israel. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari momentum gencatan senjata dua pekan yang tengah diupayakan.

Sumber Lebanon yang dekat dengan Hizbullah menyebutkan bahwa kelompok tersebut telah menghentikan tembakan roket ke wilayah utara Israel serta terhadap pasukan Israel di Lebanon sejak Rabu dini hari.

Keputusan ini menjadi sinyal awal dukungan terhadap proses diplomasi yang melibatkan Washington dan Teheran.

Namun, di sisi lain, Israel justru tetap melanjutkan operasi militernya di Lebanon selatan. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebelumnya telah menegaskan bahwa gencatan senjata antara AS dan Iran tidak mencakup wilayah Lebanon.

Militer Israel bahkan mengeluarkan peringatan evakuasi darurat bagi warga di kota Tyre, meminta mereka segera meninggalkan rumah dan bergerak ke wilayah utara Sungai Zahrani.
Langkah ini mengindikasikan serangan lanjutan akan segera dilakukan di kawasan tersebut.

Perbedaan Klaim Soal Cakupan Gencatan Senjata

Situasi semakin kompleks setelah Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, yang menjadi mediator, menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata seharusnya mencakup seluruh wilayah, termasuk Lebanon.

Namun, pernyataan tersebut tidak sejalan dengan sikap Israel di lapangan. Sementara itu, Hizbullah dikabarkan tengah menyiapkan pernyataan resmi untuk menjelaskan posisi mereka terkait gencatan senjata dan sikap Israel yang tetap melanjutkan serangan.

Sebagaimana diketahui, sejak konflik meluas, Lebanon menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak. Serangan Israel dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 1.500 orang dan memaksa sekitar 1,2 juta warga mengungsi.

Lebanon terseret ke dalam konflik setelah Hezbollah meluncurkan serangan roket ke Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap Iran, tak lama setelah serangan awal terhadap Teheran oleh AS dan Israel.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore