Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 April 2026 | 22.38 WIB

AS Ingin Ambil Alih Pungutan di Selat Hormuz, Trump: Lebih Baik Kami yang Tarik Biaya

Donald Trump menyatakan lebih baik AS yang melakukan penarikan pungutan di Selat Hormuz. (AP/Manuel Balce Ceneta) - Image

Donald Trump menyatakan lebih baik AS yang melakukan penarikan pungutan di Selat Hormuz. (AP/Manuel Balce Ceneta)

JawaPos.com-Pernyataan mengejutkan datang dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah. Pada Senin, Trump mengusulkan agar Amerika Serikat mengambil alih pungutan biaya bagi kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz, alih-alih Iran yang melakukannya.

Dalam pernyataannya kepada wartawan, Trump menyebut ide tersebut sebagai alternatif yang lebih baik dibandingkan rencana Teheran. “Bagaimana kalau kita saja yang memungut biaya lintasnya? Saya pikir kita saja yang melakukannya daripada mereka,” ujarnya.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar global. Jalur ini menjadi salah satu titik vital distribusi minyak dan gas dunia, sehingga setiap gangguan di kawasan tersebut berdampak luas terhadap ekonomi global.

Sebelumnya, anggota parlemen Iran, Alaeddin Boroujerdi, menyampaikan bahwa negaranya tengah merancang aturan baru terkait pelayaran di Selat Hormuz. Dalam skema tersebut, Iran akan memberikan jaminan keamanan bagi kapal-kapal yang melintas, namun dengan syarat pembayaran biaya transit.

Tak hanya itu, Iran juga menegaskan bahwa kapal yang melintas wajib mendapatkan izin dari pemerintahnya. Kebijakan ini dinilai sebagai upaya memperkuat kontrol Teheran atas jalur strategis tersebut di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.

Situasi memanas setelah terjadinya serangan gabungan antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut memicu kerusakan infrastruktur serta korban sipil. Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke sejumlah target, termasuk pangkalan militer Amerika di kawasan Timur Tengah seperti Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.

Konflik tersebut berdampak langsung pada aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Lalu lintas kapal dilaporkan berhenti total, mengganggu distribusi energi global, khususnya minyak dan LPG dari kawasan Teluk.

Akibatnya, sejumlah negara mulai merasakan dampak berupa kenaikan harga bahan bakar. Ketidakpastian keamanan di jalur distribusi utama ini juga meningkatkan kekhawatiran akan krisis energi global jika konflik terus berlanjut.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore