
Ilustrasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (AP/Manuel Balce Ceneta)
JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali memicu kontroversi global setelah melontarkan ancaman keras terhadap Iran. Dalam pernyataan terbarunya, Trump bahkan menyebut 'Alhamdulillah' di tengah ancaman untuk menghancurkan infrastruktur sipil Iran jika Selat Hormuz tidak segera dibuka.
Ancaman tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di media sosial pada Minggu (5/4), dengan bahasa yang penuh emosi dan kata-kata kasar. Ia menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas vital seperti pembangkit listrik dan jembatan akan dilakukan jika Iran tidak memenuhi tenggat waktu yang ia tetapkan.
"Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semuanya dibungkus dalam satu, di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu!!! Buka Selat F*... atau Anda akan tinggal di Neraka - LIHAT SAJA! Puji syukur kepada Allah," tulis Trump.
Ketegangan ini berakar dari penutupan Strait of Hormuz, jalur vital perdagangan energi global yang terhenti sejak serangan awal Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari.
Sebelumnya, pada 26 Maret, Trump memberi ultimatum 10 hari kepada Iran untuk membuka kembali jalur tersebut. Ia juga mengklaim bahwa negosiasi sedang berlangsung dan optimistis kesepakatan bisa tercapai sebelum batas waktu.
Namun, pernyataan keras terbaru ini justru memperkeruh situasi. Pemerintah Iran langsung bereaksi keras. Perwakilan Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa mengecam ancaman tersebut sebagai tindakan yang berpotensi melanggar hukum internasional.
“Sekali lagi, presiden AS secara terbuka mengancam menghancurkan infrastruktur penting bagi kelangsungan hidup warga sipil di Iran,” demikian pernyataan misi Iran di PBB.
Mereka juga mendesak komunitas internasional untuk bertindak cepat.
“Dunia memiliki kewajiban hukum untuk mencegah tindakan keji yang bisa menjadi kejahatan perang. Besok akan terlambat.”
Sementara itu, pejabat kantor presiden Iran, Seyyed Mehdi Tabatabaei, menegaskan bahwa pembukaan Selat Hormuz hanya akan dilakukan jika ada kompensasi atas kerusakan akibat perang.
Ia menyebut kompensasi itu bisa berbentuk biaya transit dalam 'rezim hukum baru' yang akan diberlakukan Iran terhadap kapal-kapal yang melintas. Tabatabaei juga menilai ancaman Trump sebagai bentuk keputusasaan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022