Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 April 2026 | 16.18 WIB

Donald Trump Ancam Hancurkan Infrastruktur Iran Sambil Ucap Alhamdulillah: Minta Selat Hormuz segera Dibuka

Ilustrasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (AP/Manuel Balce Ceneta) - Image

Ilustrasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (AP/Manuel Balce Ceneta)

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali memicu kontroversi global setelah melontarkan ancaman keras terhadap Iran. Dalam pernyataan terbarunya, Trump bahkan menyebut 'Alhamdulillah' di tengah ancaman untuk menghancurkan infrastruktur sipil Iran jika Selat Hormuz tidak segera dibuka.

Ancaman tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di media sosial pada Minggu (5/4), dengan bahasa yang penuh emosi dan kata-kata kasar. Ia menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas vital seperti pembangkit listrik dan jembatan akan dilakukan jika Iran tidak memenuhi tenggat waktu yang ia tetapkan.

"Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semuanya dibungkus dalam satu, di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu!!! Buka Selat F*... atau Anda akan tinggal di Neraka - LIHAT SAJA! Puji syukur kepada Allah," tulis Trump.

Ketegangan ini berakar dari penutupan Strait of Hormuz, jalur vital perdagangan energi global yang terhenti sejak serangan awal Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari.

Sebelumnya, pada 26 Maret, Trump memberi ultimatum 10 hari kepada Iran untuk membuka kembali jalur tersebut. Ia juga mengklaim bahwa negosiasi sedang berlangsung dan optimistis kesepakatan bisa tercapai sebelum batas waktu.

Namun, pernyataan keras terbaru ini justru memperkeruh situasi. Pemerintah Iran langsung bereaksi keras. Perwakilan Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa mengecam ancaman tersebut sebagai tindakan yang berpotensi melanggar hukum internasional.

“Sekali lagi, presiden AS secara terbuka mengancam menghancurkan infrastruktur penting bagi kelangsungan hidup warga sipil di Iran,” demikian pernyataan misi Iran di PBB.

Mereka juga mendesak komunitas internasional untuk bertindak cepat.
“Dunia memiliki kewajiban hukum untuk mencegah tindakan keji yang bisa menjadi kejahatan perang. Besok akan terlambat.”

Sementara itu, pejabat kantor presiden Iran, Seyyed Mehdi Tabatabaei, menegaskan bahwa pembukaan Selat Hormuz hanya akan dilakukan jika ada kompensasi atas kerusakan akibat perang.

Ia menyebut kompensasi itu bisa berbentuk biaya transit dalam 'rezim hukum baru' yang akan diberlakukan Iran terhadap kapal-kapal yang melintas. Tabatabaei juga menilai ancaman Trump sebagai bentuk keputusasaan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore