
Anggota penjaga perdamaian Indonesia yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) mengikuti upacara di markas mereka di Lebanon selatan pada 2022 (SCMP)
JawaPos.com - Seorang prajurit Indonesia yang bertugas dalam misi penjaga perdamaian PBB, United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), tewas akibat ledakan proyektil di Lebanon Selatan. Tiga personel lainnya mengalami luka-luka akibat tembakan artileri tidak langsung. Insiden ini kembali menyoroti tingginya risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian di kawasan konflik tersebut.
Misi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon, UNIFIL, dalam pernyataan resminya menyebut seorang peacekeeper meninggal dunia setelah sebuah proyektil meledak di salah satu pos mereka di dekat desa Adchit al-Qusayr pada Minggu (29/3/2026). Selain itu, satu personel lainnya dilaporkan mengalami luka kritis.
Dilansir dari South China Morning Post, Senin (30/3/2026), Kementerian Luar Negeri Indonesia mengonfirmasi bahwa korban meninggal merupakan warga negara Indonesia yang sedang bertugas dalam kontingen UNIFIL. Tiga personel Indonesia lainnya juga dilaporkan terluka akibat dampak tembakan artileri tidak langsung di sekitar posisi pasukan Indonesia di wilayah yang sama.
Dalam pernyataannya, UNIFIL menegaskan bahwa asal proyektil yang menyebabkan ledakan masih belum dapat dipastikan. "Kami tidak mengetahui asal proyektil tersebut. Kami telah meluncurkan penyelidikan untuk menentukan seluruh keadaan yang melatarbelakangi insiden ini," demikian pernyataan resmi UNIFIL yang dikutip secara langsung.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Lebanon Selatan, wilayah yang menjadi garis demarkasi sensitif antara Israel dan kelompok bersenjata Hezbollah yang didukung Iran. Kawasan itu dalam beberapa tahun terakhir kerap menjadi titik bentrokan bersenjata antara kedua pihak.
UNIFIL sendiri ditempatkan di wilayah tersebut dengan mandat untuk memantau permusuhan dan menjaga stabilitas di sepanjang perbatasan. Namun, dalam praktiknya, misi ini semakin sering berada di tengah konflik aktif, bahkan kerap terkena dampak langsung dari eskalasi militer.
Kementerian Luar Negeri Indonesia mengecam keras insiden tersebut dan menegaskan bahwa serangan terhadap personel penjaga perdamaian tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Selain itu, pemerintah Indonesia kembali menyuarakan kecaman terhadap serangan militer Israel di Lebanon selatan yang dinilai memperburuk situasi keamanan di kawasan tersebut.
UNIFIL juga mengeluarkan seruan tegas kepada semua pihak yang terlibat konflik. "Sekali lagi, kami menyerukan kepada semua aktor untuk mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional serta menjamin keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB setiap saat, termasuk dengan menahan diri dari tindakan yang dapat membahayakan penjaga prdamaian," demikian pernyataan resmi UNIFIL.
Sementara itu, insiden ini bukan yang pertama dalam beberapa pekan terakhir. Pada 6 Maret 2026, markas batalion penjaga perdamaian Ghana di Lebanon dilaporkan terkena serangan rudal yang menyebabkan dua tentaranya mengalami luka kritis. Militer Israel kemudian mengakui bahwa tembakan tank mereka telah mengenai posisi PBB, dengan alasan sebagai respons terhadap serangan rudal antitank dari Hizbullah.
Lebih lanjut, pihak militer Israel menyatakan bahwa serangan tersebut dilakukan setelah dua tentaranya mengalami luka akibat serangan Hizbullah. Kondisi ini sekaligus menegaskan kompleksitas konflik di wilayah tersebut, di mana posisi penjaga perdamaian kerap berada di antara dua kekuatan yang saling menyerang.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
