
Satgas MTF TNI Kontingen Garuda XXVIII-P/UNIFIL disambut oleh KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali di Jakarta pada Minggu (1/2/2026). (TNI AL)
JawaPos.com - Serangan mematikan terjadi di Lebanon Selatan pada Minggu (29/3), menyasar Satgas Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam misi UNIFIL.
Insiden tersebut menyebabkan satu prajurit gugur dan tiga lainnya mengalami luka-luka. Prajurit yang meninggal dunia diketahui adalah Praka Farizal Rhomadhon.
Sementara itu, tiga anggota lainnya mengalami cedera dalam peristiwa yang terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah penugasan tersebut.
Melihat ini, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Antonio Guterres mengutuk keras insiden yang menewaskan seorang penjaga perdamaian di tengah permusuhan antara Israel dan Hizbullah.
Baca Juga:Pesan Haru Adik Praka Farizal, Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon: Tunai Sudah Janji Baktimu, Mas
“Saya menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan kolega penjaga perdamaian yang meninggal, serta kepada Indonesia. Saya berharap agar penjaga perdamaian yang terluka segera pulih sepenuhnya,” kata Antonio dalam akun X-nya, @antonioguterres, Senin (30/3).
Dia menjelaskan bahwa insiden ini hanyalah satu dari sekian banyak insiden yang membahayakan keselamatan dan keamanan para penjaga kedamaian.
“Saya menyerukan kepada semua pihak untuk menjunjung tinggi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel dan properti @UN setiap saat,” ungkap dia.
Sebelumnya, UNIFIL menyampaikan dalam keterangan resminya bahwa seorang personel penjaga perdamaian meninggal dunia secara “tragis” pada Ahad.
Itu setelah sebuah proyektil meledak di salah satu posisi mereka di dekat Desa Adchit al-Qusayr, Lebanon selatan. Dalam kejadian itu, satu orang lainnya dilaporkan mengalami luka berat.
Pihak UNIFIL juga mengaku belum dapat memastikan dari mana asal proyektil tersebut. “Kami telah meluncurkan penyelidikan untuk menentukan semua keadaan,” ujarnya.
