
Demonstran berkumpul di depan Lincoln Memorial dalam aksi “No Kings” di Washington, Sabtu, 28 Maret 2026, sebagai bagian dari gelombang protes nasional terhadap kebijakan pemerintahan Donald Trump. (Politico)
JawaPos.com — Gelombang demonstrasi bertajuk “No Kings” mengguncang Amerika Serikat dan meluas hingga ke sejumlah kota di Eropa, menandai eskalasi ketidakpuasan publik terhadap arah kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump.
Aksi ini tidak hanya memobilisasi jutaan warga, tetapi juga memperlihatkan spektrum luas isu yang dipersoalkan, mulai dari kebijakan imigrasi hingga konflik geopolitik di Iran.
Para penyelenggara menyebutkan lebih dari 3.100 aksi terdaftar di seluruh 50 negara bagian—sekitar 500 lebih banyak dibandingkan mobilisasi serupa pada Oktober lalu. Mereka memperkirakan partisipasi mencapai lebih dari 9 juta orang, meskipun angka final masih dalam tahap verifikasi.
Dilansir dari Politico, Minggu (29/3/2026), skala mobilisasi ini menunjukkan konsolidasi gerakan sipil lintas wilayah, termasuk dari daerah yang selama ini dikenal konservatif. Protes tersebut juga mencerminkan meningkatnya resistensi global terhadap kebijakan luar negeri Washington, khususnya terkait wacana perubahan rezim di Iran.
Spektrum Protes: Dari Kansas hingga California
Di Topeka, Kansas, demonstrasi berlangsung dengan nuansa satir. Sejumlah peserta mengenakan kostum “raja katak” dan menggambarkan Trump sebagai bayi. Wendy Wyatt, seorang demonstran yang datang dari Lawrence, menyatakan, “Ada begitu banyak hal dari pemerintahan ini yang membuat saya kecewa, tetapi melihat ribuan orang turun ke jalan seperti ini memberi saya harapan.”
Sementara itu, di Los Angeles, demonstrasi berlangsung dengan simbolisme yang kuat dan bernuansa kritik tajam terhadap pemerintahan Donald Trump. Massa berbaris di bawah balon udara berbentuk karikatur bayi Trump yang mengenakan popok—sebuah representasi visual yang kerap digunakan untuk menggambarkan ketidakdewasaan kepemimpinan.
Para demonstran juga membawa poster bertuliskan “War Crimes don’t hide sex crimes” dan “Immigrants make America Great,” yang mencerminkan kemarahan terhadap dugaan pelanggaran hukum, isu moral, serta kebijakan imigrasi pemerintah. Ketegangan meningkat ketika massa berhadapan langsung dengan barisan Garda Nasional California di depan gedung federal, menandai eskalasi situasi di lapangan.
Minnesota Jadi Pusat Aksi Nasional
Di tengah meluasnya aksi serupa di berbagai wilayah, Minnesota ditetapkan sebagai pusat utama aksi nasional. Demonstrasi di ibu kota negara bagian itu menghadirkan musisi legendaris Bruce Springsteen sebagai penampil utama, mempertegas dimensi kultural dalam gerakan ini.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022