
Seorang pria mengisi bahan bakar ke dalam kendaraan di sebuah SPBU di Sydney, Australia. (Reuters)
JawaPos.com - Ratusan SPBU di Australia kehabisan bahan bakar minyak (BBM) seiring memburuknya krisis bahan bakar nasional imbas meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah antara Iran melawan Israel-Amerika Serikat (AS).
Seperti dilansir dari Sky News, dua negara bagian yang menyumbang angka ini adalah Victoria dan New South Wales.
Data dari pemerintah Victoria dan New South Wales menunjukkan bahwa 520 SPBU di kedua negara bagian tersebut mengalami kekurangan bensin atau solar, dengan lokasi yang tersebar merata di wilayah metropolitan dan regional.
Perdana Menteri New South Wales, Chris Minns mengungkapkan bahwa ada 313 SPBU di seluruh negara bagian yang kehabisan setidaknya satu jenis bahan bakar yang biasanya mereka jual. Dari jumlah tersebut, 187 SPBU kehabisan solar sepenuhnya, sementara 32 SPBU kehabisan semua jenis bahan bakar.
“Itu dari sekitar 2.500 SPBU di New South Wales,” kata Minns dalam konferensi pers.
Sementara itu, Perdana Menteri Victoria, Jacinta Allan, juga mengatakan bahwa 207 SPBU di seluruh Victoria kehabisan bensin atau solar. Victoria sendiri memiliki sekitar 1.700 SPBU di seluruh negara bagian.
Baca Juga:Kapolda Riau Pastikan Karhutla di Dumai Mulai Terkendali, Total Luas Lahan Terdampak 87,25 Hektare
“Saya mendapat informasi bahwa ada 115 SPBU yang kehabisan bensin, dan ada 92 SPBU yang kehabisan solar,” kata Allan.
Data dari New South Wales dan Victoria menunjukkan kekurangan bahan bakar terjadi di wilayah metropolitan dan regional. Dari 115 SPBU yang kehabisan bensin di Victoria, 61 berada di wilayah metropolitan sementara 54 berada di wilayah regional dan pedesaan.
Untuk solar, pembagiannya adalah 48 di wilayah metropolitan dan 44 di lokasi pedesaan dan regional.
Data dari New South Wales menunjukkan pola serupa, dengan 313 SPBU yang kehabisan satu jenis bahan bakar terbagi hampir sama antara wilayah metropolitan dan regional. Dari 187 SPBU yang kehabisan solar, 109 berada di wilayah metropolitan sementara 78 berada di wilayah regional.
Australia sendiri menambah deretan negara yang terdampak dari eskalasi konflik di Timur Tengah. Sebelumnya, negara-negara seperti Kuba, Sri Lanka, dan lainnya juga terdampak akibat konflik tersebut.
