
Ilustrasi: Iran luncurkan rudal Sejjil untuk pertama kalinya dalam perang melawan Israel dan AS. (NDTV)
JawaPos.com - Iran terus melancarkan serangan balasan sejak diserang Israel dan Palestina beberapa waktu lalu. Tekrini Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Kamis (26/3), menyatakan telah melancarkan gelombang baru serangan drone yang menargetkan lokasi militer dan logistik terkait Amerika Serikat (AS) di Kuwait, Arab Saudi, dan Bahrain, demikian dilaporkan kantor berita semi-resmi Tasnim.
Dalam pernyataannya, IRGC menyebut gelombang ke-82 dari operasi True Promise 4 diluncurkan saat fajar dan menghantam target yang telah ditentukan sebelumnya, termasuk pangkalan Arifjan di Kuwait, Al-Kharj di Arab Saudi, serta pangkalan Sheikh Isa di Bahrain.
IRGC menyatakan bahwa serangan balasan tersebut dilakukan setelah serangan terhadap kota Khorramshahr di Iran barat daya.
Pernyataan itu menyebutkan fasilitas logistik pertahanan AS, unit penyimpanan bahan bakar, hanggar drone MQ-9, serta sistem komunikasi satelit menjadi sasaran.
IRGC menambahkan bahwa operasi tersebut dilakukan menggunakan amunisi jelajah dan dinyatakan “berhasil dilaksanakan”, serta gelombang serangan lanjutan masih terus berlangsung.
Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah meningkat sejak AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari. Agresi AS bersama Israel itu sejauh ini telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.
Teheran membalas dengan melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Aksi balasan Iran itu menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan.
