Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 Maret 2026, 20.37 WIB

Google Ikat Kontrak Listrik 20 Tahun untuk Pusat Data AI, Dorong Investasi Energi Surya Skala Besar

Kantor Google di New York (The Guardian) - Image

Kantor Google di New York (The Guardian)

JawaPos.com - Google mempertegas strategi jangka panjangnya dalam persaingan kecerdasan buatan (AI) melalui pendekatan yang semakin terintegrasi antara infrastruktur digital dan energi. Perusahaan teknologi itu mengaitkan pembangunan pusat data barunya di Michigan dengan kontrak listrik berdurasi 20 tahun sekaligus investasi besar pada energi bersih.

Pendekatan ini bukan sekadar merespons lonjakan kebutuhan listrik, melainkan mencerminkan perubahan model bisnis industri teknologi. Alih-alih membebankan peningkatan konsumsi energi kepada sistem kelistrikan publik, Google memposisikan diri sebagai pembiaya utama infrastruktur energi yang secara langsung menopang operasinya.

Melansir Bloomberg, Kamis (19/3/2026), Google akan mendanai hingga 2,7 gigawatt kapasitas energi bersih mencakup tenaga surya, penyimpanan baterai, serta sistem fleksibilitas jaringan melalui perjanjian pembelian listrik dengan DTE Energy. Skema ini memastikan biaya tidak dibebankan kepada pelanggan listrik lain meskipun nilai investasinya mencapai miliaran dolar AS.

Pendekatan tersebut menandai pergeseran dari praktik simbolik menuju investasi nyata. Skala proyek ini bahkan disebut tiga kali lebih besar dibandingkan kesepakatan energi terbarukan pada umumnya, memperlihatkan bagaimana kebutuhan AI mendorong percepatan transisi energi secara langsung.

Secara operasional, fasilitas di Van Buren Township ditargetkan mulai beroperasi pada Desember 2027 dan mencapai kapasitas penuh pada akhir 2028. Pada tahap maksimum, pusat data ini akan menyerap hingga 1 gigawatt listrik setara dengan konsumsi sekitar 750.000 rumah, menempatkannya sebagai salah satu simpul infrastruktur AI terbesar di kawasan tersebut.

Konteks ini tidak terlepas dari eskalasi kompetisi global di sektor AI. Infrastruktur pusat data dan jaringan kini menyumbang sekitar 40 persen belanja modal industri teknologi, menegaskan bahwa penguasaan kapasitas komputasi menjadi fondasi utama dalam perebutan dominasi teknologi.

Meski demikian, realisasi proyek masih bergantung pada persetujuan Michigan Public Service Commission (MPSC). Regulator menetapkan sejumlah prasyarat, termasuk kewajiban pusat data menjadi pihak pertama yang mengurangi konsumsi listrik saat terjadi tekanan pada jaringan.

Ketua MPSC, Dan Scripps, menyatakan, "Perlindungan ini akan memastikan Michigan dapat memperoleh manfaat, sekaligus menjaga agar biaya terkait tidak dibebankan kepada pelanggan listrik lainnya." Pernyataan ini menegaskan upaya menjaga keseimbangan antara investasi teknologi dan kepentingan publik.

Di sisi lain, kesepakatan ini juga mempercepat transformasi energi di Michigan. Saat ini, portofolio pembangkit DTE Energy masih ditopang batu bara sebesar 41 persen dan gas alam 26 persen. Komitmen Google akan menambah sekitar 1.600 megawatt energi terbarukan serta 480 megawatt kapasitas penyimpanan baterai ke dalam jaringan.

Selain investasi infrastruktur, Google juga menjanjikan dana sebesar 10 juta dolar AS atau sekitar Rp 170 miliar dengan kurs Rp 17.000 per dolar AS untuk program energi komunitas, termasuk peningkatan efisiensi rumah tangga dan pengembangan tenaga kerja. Langkah ini menunjukkan bahwa strategi energi tidak hanya menopang ekspansi AI, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.

Akhirnya, kontrak listrik jangka panjang ini menandai pergeseran mendasar dalam strategi perusahaan teknologi global. Di tengah perlombaan AI, keunggulan tidak lagi ditentukan semata oleh algoritma, tetapi oleh kemampuan mengamankan energi dalam skala besar sebagai fondasi dominasi jangka panjang.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore