Logo JawaPos
Author avatar - Image
14 Maret 2026, 19.48 WIB

Apa Itu Petrodollar? Sistem yang Kuasai Perdagangan Minyak Dunia dan Bisa Terguncang Jika Iran Pakai Yuan di Selat Hormuz

Ilustrasi Selat Hormuz, yang memainkan peran penting dalam perang di Timur Tengah antara Iran melawan AS-Israel. (Naeblys-stock.adobe.co via Iloydslist) - Image

Ilustrasi Selat Hormuz, yang memainkan peran penting dalam perang di Timur Tengah antara Iran melawan AS-Israel. (Naeblys-stock.adobe.co via Iloydslist)

JawaPos.com - Rencana Iran yang dikabarkan akan mengizinkan kapal tanker melintasi Selat Hormuz hanya jika transaksi minyak dilakukan menggunakan yuan Tiongkok (CNY) memunculkan kembali perdebatan global tentang sistem petrodollar, fondasi utama perdagangan energi dunia selama lebih dari lima dekade.

Jika kebijakan tersebut benar-benar diterapkan, para analis menilai langkah itu berpotensi menjadi tantangan langsung terhadap dominasi dolar AS dalam pasar minyak global.

Apa Itu Petrodollar?

Mengutip berbagai sumber, petrodollar adalah istilah untuk dolar Amerika Serikat yang diterima negara pengekspor minyak sebagai hasil penjualan minyak mentah di pasar internasional.

Istilah ini tidak merujuk pada mata uang baru, melainkan sistem perdagangan global di mana minyak dunia dihargai dan diperdagangkan menggunakan dolar AS. Karena hampir semua negara membutuhkan minyak, sistem ini secara otomatis menciptakan permintaan konstan terhadap dolar.

Sistem tersebut mulai menguat pada 1970-an, terutama setelah kesepakatan antara Amerika Serikat dan Arab Saudi pada 1974. Perjanjian itu membantu menstabilkan harga minyak pasca krisis energi sekaligus memperkuat posisi dolar sebagai mata uang cadangan utama dunia.

Dalam praktiknya, negara penghasil minyak menerima pembayaran dalam dolar, lalu sebagian besar dana tersebut kembali ke sistem keuangan global melalui investasi atau pembelian obligasi, terutama obligasi pemerintah AS. Proses ini dikenal sebagai daur ulang petrodollar.

Fondasi Kekuatan Finansial AS

Selama puluhan tahun, sistem petrodollar memberi keuntungan besar bagi Amerika Serikat.

Karena minyak diperdagangkan dalam dolar, negara-negara di seluruh dunia harus menyimpan cadangan dolar untuk membeli energi. Hal ini memperkuat posisi dolar sebagai mata uang global sekaligus membantu menjaga permintaan terhadap aset keuangan AS.

Sistem ini juga mempererat hubungan geopolitik antara Washington dan negara-negara produsen minyak, terutama di Timur Tengah.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah negara mulai mencoba mengurangi dominasi dolar dalam perdagangan energi.

Iran dan Potensi 'Petroyuan'

Di tengah konflik yang membuat Selat Hormuz menjadi kawasan berisiko tinggi, Iran dilaporkan sedang mempertimbangkan kebijakan baru untuk mengatur lalu lintas kapal tanker di jalur energi strategis tersebut.

Salah satu opsi yang disebutkan adalah mengizinkan kapal melintas jika muatan minyak diperdagangkan menggunakan yuan Tiongkok, bukan dolar AS.

Jika langkah ini diterapkan, kebijakan tersebut bisa menjadi contoh nyata penggunaan petroyuan, istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan perdagangan minyak menggunakan mata uang Tiongkok.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore