Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 Maret 2026, 22.20 WIB

Sempat 'Menghilang' hingga Dirumorkan Tewas, Benjamin Netanyahu Muncul dan Ancam Pemimpin Tertinggi Baru Iran Mojtaba Khamenei

Gambar utama - Image

JawaPos.com - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, akhirnya kembali tampil di hadapan publik setelah beberapa hari dirumorkan tewas atau terluka akibat konflik yang memanas di Timur Tengah.

Dalam konferensi pers pertamanya sejak perang dimulai, Netanyahu justru melontarkan pernyataan keras yang dianggap sebagai ancaman terselubung terhadap pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei.

Konferensi pers tersebut berlangsung ketika perang udara gabungan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran telah berlangsung hampir dua pekan. Netanyahu mengatakan Iran kini 'tidak lagi sama' setelah rentetan serangan yang menghantam berbagai fasilitas militer Teheran.

Menurutnya, serangan tersebut telah memberikan pukulan besar terhadap struktur militer Iran, termasuk terhadap Islamic Revolutionary Guard Corps serta pasukan paramiliter Basij.

Ancaman untuk Pemimpin Iran

Dalam konferensi pers yang digelar secara virtual dengan latar dua bendera Israel, Netanyahu ditanya mengenai kemungkinan langkah Israel terhadap Mojtaba Khamenei maupun pemimpin kelompok Hizbullah, Naim Qassem.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Netanyahu memberikan pernyataan yang dianggap sebagai ancaman terselubung.

"Saya tidak akan mengeluarkan polis asuransi jiwa pada salah satu pemimpin organisasi teroris. Saya tidak bermaksud memberikan laporan yang tepat di sini tentang apa yang kami rencanakan atau apa yang akan kami lakukan," kata Netanyahu mengutip Reuters.

Ia juga menegaskan Israel akan terus menyerang kelompok Hezbollah di Lebanon setelah kelompok yang didukung Iran itu menembakkan roket pada 2 Maret sebagai balasan atas tewasnya pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, Ali Khamenei, yang juga ayah Mojtaba Khamenei.

Israel Akui Pemerintah Iran Belum Tentu Runtuh

Meski melontarkan ancaman keras, Netanyahu juga mengakui bahwa perang udara yang dilakukan Israel bersama Amerika Serikat belum tentu langsung menjatuhkan pemerintahan ulama di Teheran.

Menurutnya, tujuan utama operasi militer Israel adalah menghentikan ancaman eksistensial yang dianggap berasal dari program nuklir dan rudal balistik Iran.
Israel juga berharap tekanan militer tersebut dapat memicu pemberontakan internal di Iran.

"Saya tidak akan merinci tindakan yang kami ambil. Kami menciptakan kondisi optimal untuk menggulingkan rezim, tetapi saya tidak akan menyangkal bahwa saya tidak dapat memberi tahu Anda dengan pasti bahwa rakyat Iran akan menggulingkan rezim - sebuah rezim digulingkan dari dalam," kata Netanyahu.

"Tapi kami pasti bisa membantu dan kami membantu," lanjutnya.

Sirene Serangan Iran Terdengar Saat Konferensi Pers

Saat Netanyahu berbicara, sirene peringatan serangan rudal dari Iran dilaporkan berbunyi di sejumlah wilayah Israel bagian tengah. Hal itu menandakan bahwa eskalasi militer antara kedua negara masih berlangsung.

Di sisi lain, meskipun sebagian warga Iran menginginkan perubahan politik dan bahkan sempat merayakan kematian Ali Khamenei, hingga kini belum terlihat adanya gelombang demonstrasi besar sejak perang dimulai.

Sebelum muncul dalam konferensi pers tersebut, Netanyahu sempat menjadi pusat spekulasi global setelah media Iran, Tasnim News Agency, melaporkan bahwa ia kemungkinan tewas atau terluka.

Editor: Edy Pramana
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore