
Presiden AS Donald Trump. (REUTERS/David Becker/Files)
JawaPos.com - Perang terhadap Iran yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat kian memanas. Apa yang terjadi di Iran ternyata di luar ekspektasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump meski pihaknya berhasil membunuh pimpinan tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan pertama pada 28 Februari 2026.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump awalnya mengira terbunuhnya Ayatollah Ali Khamenei akan mengakhiri kepemimpinan rezim dan rakyat Iran akan turun ke jalan untuk mengambil alih kendali pemerintahan.
Namun nyatanya, rezim tidak tumbang dan justru semakin perkasa dengan terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru. Rakyat justru bersatu memberikan dukungan penuh terhadap Mojtaba untuk menghadapi musuh yang cari gara-gara dengan Iran.
Kepemimpinan Mojtaba Khamenei terus menggelorakan perang terhadap Amerika dan Israel dengan melancarkan serangan lebih mematikan terhadap pihak lawan. Jika di awal perang Iran lebih banyak menggunakan strategi perang dengan melancarkan drone dan rudal yang dampaknya tidak terlalu dahsyat dan murah, kini Iran meluncurkan rudal penghancur 1 ton ke Israel dan pangkalan Amerika.
Belakangan, Amerika Serikat dan Israel terlihat pecah kongsi terkait kapan perang dengan Iran akan berakhir. Donald Trump mengatakan konflik tersebut diisyaratkan akan segera berakhir dengan alasan tidak ada lagi yang bisa dijadikan target. Sedangkan Israel melalui menteri pertahanan bersikeras tidak ada batasan waktu untuk operasi AS-Israel melawan Iran.
"Sedikit ini dan itu… Kapan pun saya ingin ini berakhir, ini akan berakhir,” kata Trump dilansir dari The Time of Israel.
Pandangan berbeda justru dinyatakan Israel melalui Menteri Pertahanan Israel Katz. Israel menegaskan perang masih akan terus berlanjut ke depan tanpa batas waktu yang ditentukan.
“Operasi akan terus berlanjut tanpa batas waktu, selama diperlukan, hingga kita mencapai semua tujuan dan meraih kemenangan dalam kampanye ini,” kata Katz.
Katz menegaskan bahwa salah satu tujuan Israel melancarkan serangan ke Iran adalah untuk menumbangkan rezim. Israel memperkirakan Iran baru dapat ditumbangkan dalam waktu 1 tahun ke depan.
"Untuk memungkinkan rakyat Iran bangkit, bertindak, dan menggulingkan rezim ini. Pada akhirnya, ini bergantung pada mereka," akunya.
The Time of Israel dalam laporannya menyatakan bahwa pecah kongsi antara Amerika Serikat dan Israel terjadi soal kapan perang akan berakhir setelah Iran terus menghujani Israel dengan setidaknya empat salvo pada Rabu pagi hingga siang hari dan menyebabkan jutaan orang Israel harus mencari tempat perlindungan.
Media itu juga melaporkan tidak ada dampak langsung seperti cedera yang serius dalam serangan Iran ketika itu. Kendati demikian, banyak dari rakyat Israel mengalami luka ringan karena berlari kocar kacir mencari tempat perlindungan.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
