
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Al Jazeera)
JawaPos.com - Perang antara Iran dengan Israel-Amerika Serikat masih terus membara di hari ke-8 pada hari ini, Sabtu (7/3). Belum ada tanda-tanda kapan mereka akan menghentikan aksi saling serang dan duduk bersama di meja perundingan.
Iran diketahui sempat menyerang sejumlah negara tetangga di negara teluk seperti Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Oman, dan lain-lain dengan tujuan untuk menghantam pangkalan dan aset Amerika Serikat sebagai aksi balasan.
Namun kini, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengumumkan tidak akan menjadikan negara-negara teluk sebagai sasaran serangan Iran lagi. Kecuali apabila tiba-tiba ada serangan yang bersumber dari negara tetangga.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan permohonan maaf atas serangan yang sempat terjadi ke sejumlah negara tetangga, beberapa hari lalu.
"Saya minta maaf atas nama saya sendiri dan atas nama Iran kepada negara-negara tetangga yang diserang oleh Iran," katanya dilansir dari Al-Jazeera.
Menurut dia, penghentian serangan ke sejumlah negara teluk berdasarkan instruksi dari kepemimpinan sementara yang disampaikan pada Jumat kemarin. Pemimpin sementara ini yang menjalankan roda kepemimpinan di Iran setelah pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, meninggal dunia.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan persatuan dan solidaritas diantara masyarakat untuk membela kedaulatan negara. Apalagi, serangan Israel dan Amerika Serikat menghantam infrastruktur, pemukiman, sekolah, dan rumah sakit. Hal itu merupakan pelanggaran terhadap peraturan internasional.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara tegas menyatakan tidak akan pernah bersedia untuk menyerah tanpa syarat, sebagaimana diinginkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
"Bahwa kita menyerah tanpa syarat adalah mimpi yang harus mereka bawa sampai ke liang kubur. Yang kita patuhi adalah hukum internasional dan kerangka kerja kemanusiaan,” tegas Pezeshkian.
