Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 7 Maret 2026 | 15.25 WIB

Spanyol Tantang Donald Trump, PM Pedro Sanchez Tolak Dukung Serangan AS–Israel ke Iran: Tidak untuk Perang

Sanchez mengatakan tugas utama pemerintah adalah 'untuk melindungi dan meningkatkan kehidupan warganya, bukan untuk memanipulasi atau mengambil keuntungan dari konflik global'. Foto: Jon Nazca/Reuters - Image

Sanchez mengatakan tugas utama pemerintah adalah 'untuk melindungi dan meningkatkan kehidupan warganya, bukan untuk memanipulasi atau mengambil keuntungan dari konflik global'. Foto: Jon Nazca/Reuters

JawaPos.com - Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez secara terbuka menentang sikap Donald Trump terkait perang di Timur Tengah setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Madrid menegaskan tidak akan tunduk pada tekanan Washington untuk mendukung operasi militer tersebut.

Dalam pidato yang disiarkan secara nasional pada Rabu (4/3) lalu, Sanchez menegaskan bahwa Spanyol tidak akan mengambil sikap yang bertentangan dengan nilai dan prinsipnya hanya karena ancaman dari negara lain.

Pernyataan itu muncul beberapa jam setelah Trump mengancam akan menghentikan hubungan perdagangan dengan Spanyol. Ancaman tersebut dilontarkan setelah Madrid menolak memberikan izin kepada militer AS menggunakan pangkalan udara bersama di Moron de la Frontera dan Rota untuk melancarkan serangan ke Iran.

“Kami tidak akan mengambil posisi yang bertentangan dengan nilai dan prinsip kami hanya karena takut pada pembalasan pihak lain,” kata Sanchez mengutip Politico.

Sikap tegas pemerintah Spanyol juga mendapat dukungan dari pejabat tinggi Uni Eropa. Wakil Presiden Teresa Ribera dari European Commission menilai Washington tidak mudah merealisasikan ancaman memutus hubungan dagang dengan Spanyol. Ia juga menyerukan agar European Union merespons tekanan Trump dengan persatuan.

“Penting bagi kita untuk tetap kuat dan berdiri teguh,” ujar Ribera.

Sanchez menegaskan krisis di Timur Tengah saat ini dipicu oleh serangan yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran tanpa otorisasi internasional. Menurutnya, tindakan tersebut berisiko merusak tatanan hukum internasional yang selama ini menjadi dasar stabilitas global.

“Kami mengatakan tidak pada perang,” tegas Sanchez.

Di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, Sanchez menjadi satu-satunya pemimpin Uni Eropa yang secara langsung menantang Trump terkait operasi militer terhadap Iran. Ia menyebut serangan itu tidak dapat dibenarkan, berbahaya, dan melanggar hukum internasional.

Penolakan Madrid menggunakan pangkalan militer Moron de la Frontera dan Rota untuk operasi militer membuat Trump mengancam akan 'memutus semua perdagangan dengan Spanyol' bahkan mempertimbangkan embargo ekonomi terhadap negara tersebut.

Sanchez menilai retorika keras Trump kemungkinan berkaitan dengan tekanan politik domestik di AS. Ia menyinggung bahwa sebagian pemimpin kerap menggunakan konflik militer untuk menutupi kegagalan dalam mengelola ekonomi.

“Pemimpin yang tidak mampu memenuhi tugasnya sering menggunakan asap perang untuk menutupi kegagalan dan menguntungkan segelintir orang,” katanya.

Sanchez juga membandingkan serangan terhadap Iran dengan 2003 Iraq War yang dipimpin Amerika Serikat. Menurutnya, invasi tersebut hanya membawa penderitaan dan meningkatkan ketidakstabilan global.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore