
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal/(Instagram @dinopattidjalal).
JawaPos.com - Rencana pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza melalui Board of Peace (BoP) memunculkan pertanyaan baru. Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, meminta pemerintah memberikan kejelasan apakah kontingen Indonesia akan tetap menggunakan atribut khas pasukan perdamaian PBB, yakni blue helmet, atau tidak.
Menurut Dino, kepastian soal penggunaan “helmet biru” bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut legitimasi, mandat, dan persepsi internasional terhadap misi tersebut.
“Kita perlu kejelasan dari Pemerintah apakah pasukan perdamaian Indonesia di Gaza akan menggunakan blue helmet sebagaimana biasanya pasukan perdamaian PBB. Kalau tidak, ini pertama kalinya pasukan perdamaian Indonesia tidak menggunakan blue helmets, dan perlu dijelaskan alasannya kepada publik,” kata Dino melalui catatan di akun X pribadinya.
Soal Mandat dan Legitimitas
Selama ini, keterlibatan Indonesia dalam misi penjaga perdamaian berada di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lengkap dengan atribut resmi termasuk helm biru. Jika dalam misi Gaza atribut tersebut tidak digunakan, publik berhak mengetahui dasar hukum dan mandat internasional yang melandasinya.
Isu ini menjadi penting karena Board of Peace bukanlah misi formal PBB, melainkan forum multilateral yang melibatkan sejumlah negara dengan kepentingan berbeda.
Dino mengingatkan agar Indonesia berhati-hati dalam menentukan posisi, termasuk memastikan bahwa partisipasi militer tetap sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif serta tidak menimbulkan preseden yang membingungkan.
Selain aspek hukum, penggunaan atau tidaknya blue helmet juga berpengaruh pada persepsi di lapangan. Pasukan dengan atribut PBB biasanya dipandang sebagai pihak netral. Tanpa simbol tersebut, muncul pertanyaan mengenai status dan netralitas misi.
Di tengah situasi Gaza yang masih rapuh, dengan tantangan demiliterisasi dan keamanan yang belum sepenuhnya stabil, kejelasan mandat menjadi faktor krusial untuk menjaga kredibilitas Indonesia.
Dino juga menegaskan pentingnya transparansi kepada publik, mengingat isu Palestina memiliki sensitivitas tinggi di dalam negeri. Partisipasi Indonesia, menurutnya, harus tetap berpijak pada misi perdamaian dan tidak menyimpang dari tujuan utama mendukung kemerdekaan Palestina.
Hingga kini, pemerintah belum merinci secara terbuka skema operasional pasukan Indonesia dalam kerangka Board of Peace, termasuk soal atribut dan struktur komandonya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Lecce vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Imbang di Via del Mare

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022