Kantor pusat Nestle di Vevey, Swiss (25/11/2024)
JawaPos.com - Nestle mengatakan pada hari Selasa (6/1), bahwa mereka menarik kembali beberapa batch produk nutrisi bayi utamanya. Produk ini termasuk susu formula bayi dan susu formula lanjutan SMA, BEBA, dan NAN, di seluruh Eropa karena potensi kontaminasi dengan racun yang dapat menyebabkan mual dan muntah.
Penarikan produk, yang dimulai dalam skala kecil pada bulan Desember, merupakan tantangan lain bagi CEO baru Nestle, Philipp Navratil, yang berupaya mendorong pertumbuhan dengan meninjau portofolio setelah periode kekacauan manajemen.
Perusahaan yang memproduksi berbagai produk mulai dari KitKat hingga Nescafe ini menyatakan pada Senin malam (5/1), bahwa belum ada penyakit atau gejala yang dikonfirmasi terkait dengan produk-produk yang ditarik dari peredaran.
"Nestle telah melakukan pengujian terhadap semua minyak asam arakidonat dan campuran minyak terkait, yang digunakan dalam produksi produk nutrisi bayi yang berpotensi terdampak," kata juru bicara Nestle.
Menurut perusahaan analisis SkyQuest Technology Group, Nestle menguasai hampir seperempat pasar nutrisi bayi dunia senilai 92,2 miliar dolar atau sekitar Rp 1,5 triliun.
Perusahaan tersebut tidak mempublikasikan data penjualan spesifik, tetapi susu formula bayi merupakan bagian dari divisi Nutrisi dan Ilmu Kesehatan perusahaan, yang menyumbang 16,6 persen dari total penjualan perusahaan Swiss tersebut sebesar 91,4 miliar franc Swiss atau sekitar Rp 1,9 tirliun pada tahun 2024.
Nestle menarik kembali sejumlah produk SMA, BEBA, dan NAN di Austria, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Irlandia, Italia, Norwegia, Swiss, dan Inggris, dengan peringatan tentang kemungkinan adanya cereulide, yaitu racun yang diproduksi oleh beberapa strain bakteri Bacillus cereus.
Menurut Badan Standar Makanan Inggris Toksin, kemungkinan besar tidak akan dinonaktifkan atau dihancurkan dengan memasak, menggunakan air mendidih, atau saat membuat susu formula bayi.
"Jika dikonsumsi, dapat menyebabkan timbulnya gejala dengan cepat, yang meliputi mual, muntah, atau kram perut."
Dikutip dari Korea Times, badan keamanan pangan Norwegia mengatakan tidak ada risiko kesehatan akut.
Kementerian Kesehatan Austria mengatakan, penarikan produk memengaruhi lebih dari 800 produk dari lebih dari 10 pabrik Nestle, dan merupakan penarikan produk terbesar dalam sejarah perusahaan. Namun, juru bicara Nestle tidak dapat memverifikasi angka-angka tersebut.
Nestle menerbitkan nomor batch untuk produk yang dijual di berbagai negara yang seharusnya tidak dikonsumsi dan mengatakan, bahwa mereka sedang berupaya meminimalkan potensi gangguan pasokan. Perusahaan menyatakan, telah mengidentifikasi potensi risiko di salah satu pabriknya di Belanda.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
