
Petugas menunjukan vaskin sinovac sebelum melakukan vaksinasi covid-19 tahap I di Rumah Sakit Universitas Indonesia di Depok, Jawa Barat, Kamis (14/1/2021). Tahap I vaksin diberikan kepada pejabat daerah dan tenaga kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan
JawaPos.com - Produsen vaksin Covid-19 dari Tiongkok, Sinovac, mengklaim vaksinnya aman untuk anak-anak berusia 3 tahun ke atas dan remaja hingga usia 17 tahun. Seperti diketahui, selama ini vaksin tersebut hanya digunakan untuk orang dewasa rentang umur 18-59 tahun dan lansia.
Sinovac mengatakan vaksin Covid-19 aman untuk anak-anak usia 3-17 tahun berdasarkan data awal. Perusahaan menyerahkan data tersebut ke regulator obat Tiongkok.
Lebih dari 70 juta suntikan vaksin Sinovac telah diberikan di seluruh dunia, termasuk di Tiongkok. Tiongkok telah menyetujui penggunaannya pada orang dewasa tetapi belum digunakan pada anak-anak, karena sistem kekebalan mereka mungkin merespons secara berbeda terhadap vaksin.
Baca juga: Belum Izinkan Penggunaan Vaksin Sinovac, Singapura Ajukan Syarat
"Uji klinis tahap awal dan menengah dengan lebih dari 550 subjek menunjukkan vaksin tersebut akan memicu respons kekebalan," kata Direktur Medis Sinovac, Gang Zeng, seperti dilansir dari AP, Jumat (26/3).
Efek samping menunjukkan memang ada efek yang dialami dua penerima. Yaitu mengalami demam tinggi sebagai respons terhadap vaksin. Satu anak berusia 3 tahun dan yang lainnya berusia 6 tahun. Sedangkan subjek uji coba lainnya mengalami gejala ringan.
“Menunjukkan bahwa vaksin itu aman dan akan menghasilkan respons imun yang berpotensi berguna terhadap SARS-CoV-2 dan sangat disambut baik,” kata seorang profesor di Sekolah Kedokteran Duke NUS di Singapura Eng Eong Ooi,
yang ikut memimpin pengembangan terpisah.
Namun, dia mengatakan data yang dipresentasikan kepada publik oleh perusahaan tidak cukup untuk memberikan jawaban yang pasti atas temuan tersebut. Anak-anak jauh lebih kecil kemungkinannya untuk sakit parah dengan Covid-19, tetapi mereka masih berisiko dan dapat menyebarkan virus. Meski begitu, anak-anak perlu diimunisasi untuk mengakhiri pandemi.
Sementara, vaksin Pfizer diizinkan untuk digunakan mulai usia 16 tahun dan sedang dipelajari pada usia 12-16 tahun. Moderna telah mempelajari vaksinnya pada anak-anak berusia 12 tahun ke atas, dan minggu lalu mengumumkan studi terbarunya mulai menguji penggunaannya pada anak-anak di bawah 12 tahun.
Sedangkan Sinopharm milik Tiongkok, juga sedang menyelidiki keefektifan vaksinnya pada anak-anak. Perusahaan tersebut mengungkapkan pada Januari lalu telah menyerahkan data klinis kepada regulator.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/dHj_tIuxZcU

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
