
Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dikawal oleh petugas penjara di Kompleks Pengadilan Kuala Lumpur, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 22 Desember 2025 (Hasnoor Hussain/Reuters).
JawaPos.com - Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, dalam persidangan besar keduanya terkait skandal dana negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB).
Putusan dibacakan pada Jumat, menandai babak penting dalam salah satu kasus korupsi terbesar dalam sejarah Malaysia.
Dalam putusan tersebut, Najib yang kini berusia 72 tahun dinyatakan bersalah atas seluruh dakwaan, yakni 21 tuduhan pencucian uang dan empat dakwaan penyalahgunaan kekuasaan.
Majelis hakim menilai Najib terbukti terlibat dalam pemindahan dana ilegal sebesar MYR 2,2 miliar atau sekitar 543 juta dolar AS dari dana kekayaan negara 1MDB ke rekening pribadinya.
Hakim Collin Lawrence Sequerah menepis klaim Najib yang menyebut dakwaan tersebut bermuatan politik. Menurutnya, seluruh pembelaan itu runtuh oleh bukti-bukti kuat yang dihadirkan di persidangan.
“Dalih bahwa dakwaan ini adalah perburuan politik terbantahkan oleh bukti yang dingin, keras, dan tak terbantahkan, yang menunjukkan terdakwa menyalahgunakan posisinya yang sangat berkuasa di 1MDB,” ujar Sequerah saat membacakan putusan dikutip via Al-Jazeera.
Jaksa penuntut menyebut Najib menyalahgunakan jabatannya sebagai perdana menteri, menteri keuangan, sekaligus ketua dewan penasihat 1MDB untuk memindahkan dana dalam jumlah besar ke rekening pribadi lebih dari satu dekade lalu.
Atas empat dakwaan penyalahgunaan kekuasaan, Najib dijatuhi hukuman masing-masing 15 tahun penjara, sementara untuk 21 dakwaan pencucian uang ia divonis lima tahun penjara per dakwaan. Seluruh hukuman tersebut dijalani secara bersamaan.
Ini bukan vonis pertama bagi Najib. Pada 2020, ia telah dinyatakan bersalah dalam perkara lain terkait 1MDB dan dijatuhi hukuman 12 tahun penjara atas penyelewengan dana sekitar 9,9 juta dolar AS. Hukuman tersebut kemudian diringankan menjadi enam tahun.
Namun, persidangan terbaru ini dinilai sebagai yang paling krusial karena melibatkan entitas inti 1MDB dan nilai kerugian yang jauh lebih besar. Proses hukum berjalan selama tujuh tahun dan menghadirkan 76 saksi, termasuk Najib sendiri.
Peneliti kehormatan dari University of Nottingham Asia Research Institute Malaysia, Bridget Welsh, menyebut kasus ini sangat kompleks dan sarat penundaan.
“Persidangan ini penuh penundaan dan sangat rumit untuk dipahami. Kejahatan keuangan seperti ini berlapis-lapis dan membutuhkan proses panjang,” kata Welsh kepada Al Jazeera.
Dalam persidangan, Najib tetap bersikukuh bahwa dirinya telah disesatkan oleh pengusaha buron Low Taek Jho atau Jho Low, yang masuk daftar buronan Interpol sejak 2016. Namun hakim menilai hubungan keduanya jauh lebih erat dari yang diakui Najib.
Menurut Sequerah, bukti-bukti menunjukkan adanya 'ikatan dan hubungan yang tak terbantahkan' antara Najib dan Jho Low, yang berperan sebagai perantara dan proksi sang mantan perdana menteri. Hakim juga menolak pembelaan Najib yang mengklaim sebagian dana tersebut merupakan sumbangan dari keluarga kerajaan Arab Saudi.
“Terdakwa bukan orang lugu yang tidak memahami apa yang terjadi di sekelilingnya. Upaya menggambarkan dirinya sebagai sosok yang tidak tahu-menahu harus gagal total," tegas Sequerah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022