
Aker Fassi bukan sekadar kosmetik, tapi warisan kecantikan penuh makna dari Maroko. (khamsa5.com)
JawaPos.com - Di tengah maraknya tren kecantikan alami, Aker Fassi mencuri perhatian sebagai pewarna bibir dan pipi tradisional asal Maroko yang bukan hanya cantik, tapi juga sarat makna budaya. Terbuat dari kelopak bunga poppy dan kulit buah delima yang dikeringkan, Aker Fassi telah digunakan oleh perempuan Maroko selama berabad-abad sebagai bagian dari ritual kecantikan mereka.
Aker Fassi bukan sekadar kosmetik. Ia adalah simbol warisan budaya yang diturunkan dari generasi ke generasi, terutama di kalangan perempuan suku Berber di wilayah Fes, Maroko. Dalam artikel Morocco Vacation Planner, disebutkan bahwa Aker Fassi adalah “rahasia kecantikan kuno Maroko yang menawarkan kilau alami dan tahan lama”.
Warna merah menyala dari Aker Fassi bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga menyimpan filosofi mendalam. Warna ini melambangkan vitalitas, keberanian, dan kecantikan alami yang tidak dibuat-buat. Dalam budaya Maroko, merias diri dengan Aker Fassi bukan hanya soal penampilan, tapi juga bentuk penghormatan terhadap tubuh dan tradisi.
Menurut Khamsa5, Aker Fassi sering disebut sebagai “bunga kehidupan” karena bahan dasarnya yang berasal dari alam dan manfaatnya yang beragam. Selain untuk bibir dan pipi, Aker Fassi juga digunakan sebagai masker wajah dan pewarna rambut alami. Kandungan antioksidannya dipercaya mampu menutrisi kulit dan melindungi dari radikal bebas.
Seorang pengrajin lokal yang diwawancarai oleh Khamsa5 mengatakan, “Kami tidak hanya menjual warna, kami menjual cerita. Setiap pot Aker Fassi membawa aroma masa kecil, nasihat nenek, dan semangat perempuan Maroko.” Kutipan ini menggambarkan betapa dalamnya nilai emosional dan budaya yang melekat pada produk ini.
Dalam praktiknya, Aker Fassi biasanya disimpan dalam wadah tanah liat kecil yang disebut tajine mini. Untuk menggunakannya, cukup tambahkan air mawar atau air biasa, lalu aplikasikan ke bibir atau pipi. Hasilnya adalah rona merah alami yang lembut dan tahan lama, tanpa bahan kimia tambahan.
Popularitas Aker Fassi kini mulai merambah pasar global. Banyak brand kecantikan alami yang mengadopsi konsep serupa, namun tetap tidak bisa menandingi keaslian dan nilai historis dari versi tradisionalnya. Di tengah tren clean beauty, Aker Fassi menjadi simbol perlawanan terhadap standar kecantikan instan dan sintetis.
Namun, penting untuk berhati-hati dalam memilih produk Aker Fassi. Beberapa produsen nakal mencampurkan pewarna sintetis untuk memperkuat warna. Oleh karena itu, pastikan membeli dari sumber terpercaya yang menjamin keaslian bahan dan proses pembuatannya.
Aker Fassi juga bukan hanya pewarna alami, tapi juga cerminan filosofi hidup perempuan Maroko, yang mengajarkan kita bahwa kecantikan sejati lahir dari penghargaan terhadap tradisi, alam, dan diri sendiri, serta menyimpan warisan serta cinta yang diturunkan secara lintas generasi. (*)

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
