
ilustrasi AI (Freepik)
JawaPos.com - Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah cara manusia menciptakan dan menikmati konten visual.
Dalam hitungan detik, AI mampu menghasilkan gambar manusia dengan wajah simetris, tubuh proporsional, hingga penampilan yang tampak sempurna. Kemudahan tersebut menjadi salah satu inovasi terbesar di era digital.
Namun, di balik kecanggihan teknologi tersebut, muncul persoalan yang mulai mendapat perhatian para peneliti.
Gambar yang dihasilkan AI tidak selalu mencerminkan kondisi nyata masyarakat. Sebaliknya, teknologi ini justru berpotensi memperkuat standar kecantikan yang selama ini dianggap ideal oleh media.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Psychology of Popular Media mengungkap bahwa AI cenderung menghasilkan representasi tubuh yang sangat ramping, berotot, dan minim keberagaman.
Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri, terutama ketika gambar-gambar AI semakin banyak digunakan di media sosial, periklanan, hingga dunia olahraga.
Simak selengkapnya yang dirangkum dari psychology pada Psychologytoday pada Sabtu (04/07).
Penelitian yang dilakukan oleh Delaney E. Thibodeau bersama tim dari University of Toronto menunjukkan bahwa berbagai platform AI, seperti MidJourney, Stable Diffusion, dan DALL-E, menghasilkan pola visual yang serupa.
Atlet maupun masyarakat umum sering digambarkan memiliki tubuh yang sangat ramping dengan otot yang terbentuk secara ideal.
Temuan tersebut bukan berarti AI menciptakan standar kecantikan baru.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
