Zohran Mamdani, wali kota terpilih New York City tahun 2025. (@IvankaNews)
JawaPos.com - New York kembali mencatat sejarah politik baru. Zohran Mamdani, politisi muda berusia 34 tahun asal Queens, resmi terpilih sebagai Wali Kota New York City setelah memenangkan pemilihan umum dengan perolehan suara sekitar 50,4 persen, mengalahkan mantan Gubernur Andrew Cuomo dan kandidat Partai Republik Curtis Sliwa.
Seperti dilansir dari The Guardian, kemenangan tersebut menjadikan Mamdani sebagai wali kota Muslim pertama sekaligus wali kota termuda dalam lebih dari satu abad di kota paling berpengaruh di Amerika Serikat.
Kemenangan Mamdani bukan hanya hasil dari strategi politik konvensional. Kampanyenya menggandeng relawan muda, komunitas imigran, dan dukungan besar dari para pemilih kelas pekerja yang merasa tertinggal oleh kebijakan kota selama ini.
Dalam pidato kemenangannya, Mamdani menegaskan bahwa kemenangan ini bukan miliknya seorang, melainkan milik rakyat New York yang menginginkan perubahan nyata. Ia berjanji untuk mewujudkan kebijakan “bus gratis” sebagai langkah awal menjadikan transportasi publik lebih terjangkau dan inklusif bagi semua kalangan. Pernyataan ini dikutip dari Associated Press yang melaporkan bahwa ide tersebut menjadi salah satu pilar utama kampanye progresifnya.
Namun, janji Mamdani bukan tanpa tantangan. Menurut laporan The Guardian kebijakan bus gratis yang diusungnya harus berhadapan dengan struktur keuangan Metropolitan Transportation Authority (MTA) yang tidak berada sepenuhnya di bawah kendali kota. Banyak pengamat menilai rencana itu ambisius dan membutuhkan koordinasi intensif antara pemerintah kota, negara bagian, serta otoritas transportasi.
Meski demikian, Mamdani menegaskan bahwa langkah tersebut adalah bentuk nyata “keadilan mobilitas” yang akan membantu pekerja kelas bawah menghemat biaya hidup di tengah naiknya harga sewa dan kebutuhan pokok.
Sebagai bagian dari persiapan pemerintahannya, Mamdani mengumumkan tim transisi yang seluruh anggotanya adalah perempuan. Seperti dilansir dari ABC7 New York, tim tersebut beranggotakan tokoh-tokoh ternama seperti Maria Torres-Springer, Grace Bonilla, dan Lina Khan.
Mereka ditugaskan menyusun strategi kebijakan awal yang berfokus pada pemerataan ekonomi, reformasi tata kelola kota, serta peningkatan akses terhadap layanan publik. Langkah ini dianggap sebagai simbol kuat dari komitmen Mamdani terhadap inklusivitas dan kepemimpinan berbasis kolaborasi lintas gender.
Dalam wawancaranya dengan ABC News, Mamdani menegaskan sikap tegas terhadap tekanan politik dari tingkat nasional, terutama dari Presiden Donald Trump yang sempat mengancam akan memotong dana federal untuk New York jika ia terpilih.
“Kita harus membuat New York tahan terhadap intimidasi,” ujarnya dengan lantang, menegaskan bahwa pemerintahannya akan berdiri di atas prinsip otonomi kota dan keberpihakan terhadap rakyat.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
