
Presiden Prabowo Subianto hadir dalam APEC 2025 di Korsel pada. KTT tersebut berlangsung mulai hari ini (31/10) sampai besok (1/11). (BPMI Setpres)
JawaPos.com - Gelaran APEC 2025 di Korea Selatan (Korsel) berlangsung mulai hari ini (31/10) sampai besok (1/11), Presiden Prabowo Subianto turut hadir dalam konferensi tingkat tinggi itu. Dilihat dari kacamata bidang ekonomi dan pertahanan, Indonesia dan Korsel memiliki riwayat kerja sama yang baik. Namun, masih terdapat tantangan yang juga harus diperhatikan.
Deputy Head of Department of International Relations BINUS University Dian Novikrisna menyampaikan bahwa Korsel sudah cukup lama menjadi salah satu investor besar di Indonesia. Nilai total investasi kumulatif Korsel di Indonesia dilaporkan mencapai USD 11,3 miliar pada 2020-2024. Kerja sama tersebut kian menguat sejak 2023.
Kerja sama perdagangan semakin diperdalam dengan implementasi Indonesia–Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) yang berlaku sejak Januari 2023. Diantara lewat liberalisasi tarif, investasi, transfer teknologi dan pengembangan ekonomi digital. Sementara di bidang pertahanan, hubungan baik Indonesia dengan Korsel juga sangat baik.
Diantaranya lewat proyek pengadaan 3 unit kapal selam untuk Angkatan Laut Indonesia yang digarap oleh Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DMSE) dan PT PAL Indonesia. Kemudian kerja sama pengembangan industri pertahanan dan proyek jet tempur bersama KF‑21 Boramae yang melibatkan pihak Indonesia juga Korsel.
”Meski demikian, masih terdapat tantangan implementasi, termasuk dalam memastikan transfer teknologi berjalan optimal, menyeimbangkan kepentingan investasi asing dengan pembangunan kapasitas domestik, serta menjaga agar kerja sama ekonomi dan pertahanan tidak sangat tergantung pada satu mitra saja,’’ ungkap lulusan master of international studies Seoul National University tersebut.
Dalam keterangan resmi yang diterima oleh awak media, Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) menyampaikan bahwa APEC 2025 di Korsel mencerminkan pergeseran struktur ekonomi dan geopolitik Asia-Pasifik dari liberalisasi perdagangan menuju integrasi teknologi, keamanan rantai pasok, dan tata kelola kecerdasan buatan (artificial intelligence).
ISDS melihat bahwa Indonesia berkepentingan mempertahankan prinsip keterbukaan ekonomi kawasan agar tidak terjebak dalam blok-blok ekonomi eksklusif. Oleh ISDS momen tersebut dijadikan sebagai ajang untuk menarik atensi Gen Z dengan menyelenggarakan lomba IG Reels ISDS.
CEO sekaligus Co-Founder ISDS Dwi Sasongko menyebut, lomba IG Reels akan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya APEC 2025 dan peran Indonesia di dalamnya. Dia menilai, ekspresi dan aspirasi para peserta yang hampir seluruhnya berasal dari Gen Z menunjukkan harapan agar hubungan kerja sama strategis Indonesia dan Korsel lebih ditingkatkan.
”APEC tidak saja menjadi sebuah acara tingkat tinggi yang eksklusif tetapi juga disadari manfaatnya di tingkat akar rumput,” imbuhnya.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
