
Taoisme, salah satu dari tiga ajaran besar di Tiongkok Kuno yang diperkenalkan oleh Lao Tzu. (Asian Inspirations)
JawaPos.com - Taoisme, atau yang juga dikenal sebagai Daoisme, menjadi salah satu unsur penting dalam sejarah panjang Tiongkok. Ajaran ini tidak hanya berpengaruh pada aspek spiritual, tetapi juga pada pemerintahan, ilmu pengetahuan, seni, hingga tatanan sosial masyarakat. Bersama Konfusianisme dan Buddhisme, Taoisme menjadi salah satu dari tiga pilar utama yang membentuk filsafat serta agama di Tiongkok Kuno.
Dikutip dari Yale University, Taoisme dapat diartikan sebagai “religion of the way”, dengan ajaran yang berfokus pada peningkatan diri serta pencapaian keharmonisan batin. Ajaran ini terbentuk pada abad ke-4 SM dengan ditulisnya Tao Te Ching.
Gagasan Utama
Dikutip dari National Geographic, Taoisme mengajarkan bahwa seluruh makhluk hidup harus hidup dalam keharmonisan dengan alam semesta dan energi yang ada di dalamnya. Energi ini dikenal dengan istilah ch’i atau qi, yang dipercaya mengalir dan mengarahkan segala sesuatu di alam semesta.
Kitab Tao Te Ching dan berbagai teks Tao lainnya memberikan panduan spiritual dan tata cara hidup agar manusia dapat selaras dengan energi tersebut. Namun, para penganut Taoisme tidak menganggap energi ini sebagai sosok dewa.
Kuil, biara, serta pendeta Tao berperan penting dalam kehidupan masyarakat dengan memimpin meditasi, mempersembahkan doa, dan melakukan ritual keagamaan bagi komunitas mereka. Salah satu konsep utama dalam ajaran Taoisme adalah keseimbangan antara dua kekuatan yang berlawanan, yaitu yin dan yang.
Kedua unsur ini menggambarkan dualitas alam, seperti terang dan gelap, keduanya saling melengkapi menuju kesatuan universal. Konsep yin-yang menegaskan bahwa segala hal di alam semesta saling berhubungan dan tidak dapat dipahami secara terpisah.
Asal Usul
Dilansir dari World History, sejarawan Tiongkok Sima Qian yang hidup pada 145 hingga 86 SM, menuliskan kisah tentang Lao Tzu yang dikenal sebagai filsuf alam. Lao Tzu meyakini bahwa keharmonisan dapat tercapai jika manusia saling mempertimbangkan perasaan satu sama lain dan memahami bahwa kepentingan pribadi tidak selalu sejalan dengan kepentingan bersama.
Kekecewaan terhadap korupsi pemerintahan dan penderitaan rakyat membuat Lao Tzu memutuskan untuk mengasingkan diri. Dalam perjalanan meninggalkan Tiongkok menuju barat, ia berhenti di gerbang yang dijaga oleh Yin Hsi. Mengetahui bahwa Lao Tzu adalah seorang filsuf besar, Yin Hsi memintanya untuk menulis sebuah kitab sebelum pergi.
Lao Tzu kemudian duduk di atas batu dan menulis Tao Te Ching yang menjadi dasar ajaran Taoisme. Setelah menyerahkan kitab tersebut kepada Yin Hsi, Ia melanjutkan perjalanannya dan menghilang ke arah barat, meninggalkan warisan ajaran yang kelak tersebar luas.
Perkembangan
Menurut Encyclopedia.pub, Taoisme memperoleh status resmi di Tiongkok pada masa Dinasti Tang yang memerintah pada 618 - 907 M. Saat itu, para kaisar mengklaim bahwa Lao Tzu merupakan leluhur mereka. Meskipun demikian, Taoisme harus bersaing dengan dua ajaran besar lainnya yaitu Konfusianisme dan Buddhisme untuk mendapatkan dukungan politik dan keagamaan.
Kaisar Xuanzong, yang memerintah pada puncak kejayaan Dinasti Tang menulis komentar terhadap teks-teks dari ketiga ajaran tersebut untuk menunjukkan bahwa dalam kehidupan masyarakat saat itu, ketiga tradisi besar ini dapat berjalan berdampingan tanpa saling berlawanan. Kondisi ini kemudian terus berlanjut sepanjang masa kekaisaran Tiongkok, di mana pemerintah mendukung sekaligus mengatur ketiga ajaran tersebut.
Namun, Taoisme mengalami masa sulit setelah berdirinya Partai Komunis Tiongkok. Pemerintahan yang secara resmi bersifat atheist itu, sempat menekan berbagai kegiatan keagamaan, termasuk Taoisme. Selama Revolusi Kebudayaan pada tahun 1966 - 1976, banyak kuil dan situs Taoisme dirusak, dan para biksu serta pendeta dikirim ke kamp kerja paksa.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022