
Presiden AS Donald Trump tiba di bandara Haneda sebelum beralih ke Marine One di Tokyo, Jepang, pada hari Senin. (Mark Schiefelbein/AP Photo)
JawaPos.com-Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Rabu bahwa pemerintahannya akan bekerja "sangat keras" untuk mencapai kesepakatan damai antara Korea Utara dan Korea Selatan, menyuarakan keyakinannya bahwa sebuah pakta dapat dicapai seiring waktu.
Beberapa pemerintahan AS berturut-turut berupaya menekan program rudal dan nuklir ilegal Korea Utara serta memperbaiki hubungan di Semenanjung Korea. Meski kemajuan masih terbatas, namun Trump optimistis dapat mencapai perjanjian damai di wilayah yang terpecah itu.
Menanggapi Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung, Trump menyadari bahwa kedua Korea secara resmi masih berperang setelah gencatan senjata menghentikan permusuhan pada 1953, tetapi mengatakan: "Kita lihat apa yang bisa kita lakukan untuk menyelesaikannya."
"Kami akan bekerja sangat keras dengan Kim Jong-un dan dengan semua orang untuk menyelesaikan masalah ini, karena itu masuk akal," kata Trump dalam sambutan singkat di hadapan para wartawan saat ia duduk bersama Lee.
"Wajar jika itu berhasil, dan saya yakin itu akan terjadi, mungkin butuh sedikit waktu, kita harus sedikit bersabar, tetapi saya benar-benar yakin itu akan terjadi," tambahnya.
Trump bertemu dengan Kim tiga kali selama masa jabatan pertamanya, termasuk pertemuan pada 2019 dengan pemimpin Korea Utara di zona demiliterisasi antara Korea Utara dan Korea Selatan. Pertemuan itu menandai pertama kalinya seorang presiden AS menginjakkan kaki di Korea Utara.
Presiden AS mengatakan timnya berusaha untuk mengatur pertemuan lain selama tur lima harinya di Asia, tetapi mereka "tidak dapat menemukan waktu yang tepat."
Sementara itu, Lee mengatakan Trump telah "berhasil membawa perdamaian ke banyak bagian dunia."
"Saya berharap keterampilan mendamaikan Anda dapat diterapkan di Semenanjung Korea, sehingga kita juga dapat mewujudkan perdamaian di wilayah ini" ujar Lee, seraya mengungkapkan penyesalannya atas tidak terlaksananya pertemuan antara Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.
Lee menyebutkan bahwa Korea Selatan telah memutuskan untuk meningkatkan anggaran pertahanan nasional dan menegaskan kembali seruannya untuk kapal selam bertenaga nuklir yang dipersenjatai "konvensional".
"Kami tidak mengincar kapal selam bertenaga nuklir, melainkan kapal selam konvensional yang ditenagai oleh energi nuklir, karena kapal selam konvensional kami memiliki kemampuan terbatas," ujarnya.
Ia mengatakan Korea Selatan akan terus berinvestasi di AS dan akan terus mendukung "upaya Anda dalam merevitalisasi sektor manufaktur dan kerja sama sektor perkapalan."
Sesaat sebelum pertemuan tersebut, Trump dianugerahi replika mahkota emas dari kerajaan Korea kuno dan juga dianugerahi penghargaan tertinggi Korea Selatan, Grand Order of Mugunghwa, yang menandai pertama kalinya seorang presiden AS menerima penghargaan tersebut. (*)

Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo: Bursa Jagokan Three Lions, Opta Beri Peluang Menang 73,9 Persen
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Ditunggu Saja! Persebaya Surabaya Siapkan 7 Pemain Asing Baru Usai Rombak Skuad Musim Lalu
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
