UNHCR, organisasi kemanusiaan dunia yang melindungi pengungsi dan membantu mereka membangun kembali kehidupan dengan penuh harapan (Dok. United Nations in Thailand)
JawaPos.com - United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) merupakan organisasi global yang berkomitmen untuk menyelamatkan nyawa, melindungi hak, dan membangun masa depan yang lebih baik bagi mereka yang terpaksa mengungsi akibat konflik dan penganiayaan.
Secara resmi dikenal sebagai Office of the High Commissioner for Refugees, UNHCR didirikan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1950, sebagai respons terhadap krisis pengungsi besar-besaran pasca-Perang Dunia II.
Menurut laman resmi UNHCR, kini, organisasi ini bekerja di 137 negara dengan memberikan bantuan penyelamatan jiwa, termasuk tempat tinggal, makanan, air, serta perawatan medis bagi jutaan orang yang kehilangan tempat tinggal dan keluarga. UNHCR juga berperan dalam memperjuangkan hak para pengungsi untuk mencapai tempat yang aman dan membangun kembali kehidupan mereka.
Dalam jangka panjang, UNHCR bermitra dengan negara-negara untuk memperkuat serta memantau kebijakan dan undang-undang terkait pengungsi dan suaka, demi memastikan hak asasi manusia tetap terjaga.
Lembaga ini tidak hanya melindungi pengungsi lintas batas, tetapi juga mendukung mantan pengungsi yang telah kembali ke negaranya, masyarakat yang mengungsi di dalam negeri (internally displaced persons), serta mereka yang tidak memiliki kewarganegaraan atau status hukum yang jelas. UNHCR bertindak sebagai pelindung sekaligus penjaga utama Konvensi Pengungsi 1951 dan Protokol 1967, yang menjadi dasar hukum perlindungan pengungsi di dunia.
Upaya dan Tantangan UNHCR di Tahun 2024
Dikutip dari USA for UNHCR, tahun 2024 menjadi salah satu periode paling berat dalam sejarah kemanusiaan global. Krisis akibat konflik bersenjata, kekerasan, serta bencana iklim menyebabkan jumlah keluarga yang terpaksa mengungsi mencapai rekor tertinggi.
Fenomena cuaca ekstrem, mulai dari banjir hingga kekeringan telah menghancurkan rumah, memperburuk penyebaran penyakit, merusak lahan pertanian, serta menekan kapasitas organisasi kemanusiaan di seluruh dunia.
Di tengah kondisi itu, UNHCR tetap hadir di lebih dari 130 negara, memberikan bantuan dari para donatur di seluruh dunia. Tercatat pada tahun 2024, sebanyak 18.786 staf UNHCR aktif bekerja di 143 negara dan lebih dari 550 lokasi, menangani 43 deklarasi darurat sepanjang tahun. Lebih dari 90 persen di antaranya bertugas langsung di lapangan.
UNHCR juga mengoperasikan tujuh pusat logistik global di Accra, Amman, Kopenhagen, Douala, Dubai, Nairobi, dan Panama City, yang berfungsi untuk memastikan bantuan kemanusiaan bisa dikirim secepat mungkin ketika bencana melanda.
Melalui jalur udara, darat, dan laut, UNHCR telah menyalurkan lebih dari 7,4 juta unit barang bantuan yang menjangkau 16,7 juta pengungsi di berbagai belahan dunia. Bantuan tersebut mencakup perlengkapan darurat seperti tenda, selimut, dan perlengkapan dapur, hingga dukungan medis dan keuangan bagi keluarga yang kehilangan segalanya.
Krisis Sudan dan Lebanon
Salah satu fokus utama UNHCR di tahun 2024 adalah krisis berkepanjangan di Sudan. Dikutip dari laporan resmi UNHCR, konflik yang telah berlangsung sejak 2023 ini menjadi salah satu krisis pengungsian terbesar di dunia, dengan lebih dari 12 juta orang terpaksa mengungsi di dalam maupun luar negeri.
Kondisi kesehatan pengungsi Sudan kian memburuk, ditandai dengan meningkatnya wabah kolera, malaria, dan campak di pemukiman padat. UNHCR meningkatkan upaya pencegahan penyakit, memperkuat layanan kesehatan, serta menyalurkan bantuan pangan dan perlindungan dasar. Meski menghadapi tantangan berat, tim kemanusiaan tetap bekerja tanpa henti untuk menyediakan tempat tinggal sementara dan dukungan finansial bagi keluarga terdampak.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Zidane Ingin Menang di Stade de France
Prediksi Skor Kosta Rika vs Haiti di CONCACAF: Les Grenadiers Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Siprus vs Latvia di Liga Nations UEFA: I Galanolefki Menang Tipis di Neo GSP
Koordinator BEM UI Diserang OTK di Tebet Jaksel, Sempat Diancam Bunuh
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022