
Perdana Menteri, Anwar Ibrahim mendukung keanggotaan tetap Timor Leste di ASEAN (Instagram @bernamaofficial)
JawaPos.com - Setelah bertahun-tahun menanti, Timor Leste akhirnya akan resmi menjadi anggota ke-11 ASEAN pada 26 Oktober 2025, bertepatan dengan KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Melansir dari Malay Mail, kabar bersejarah ini diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim pada Sabtu (12/10).
"Kami mendukung (Timor Leste) sejak awal, tetapi baru-baru ini, kami telah bekerja keras untuk memastikan Timor-Leste diterima sebagai anggota tetap ASEAN," ujarnya.
"Alhamdulillah, dengan kerja sama Kementerian Luar Negeri, pada 26 Oktober nanti, Timor Leste resmi menjadi anggota tetap," sambung Anwar dalam acara 'Pertemuan Anwar dengan Mahasiswa Universiti Teknologi Petronas (UTP)' di Seri Iskandar.
Sebagai informasi, Malaysia saat ini memegang posisi ketua bergilir ASEAN, dan memainkan peran penting dalam mendorong keanggotaan penuh Timor-Leste.
Puncak Sejarah Panjang Proses Keanggotaan
Dilansir dari Anadolu Ajansi, KTT ASEAN ke-47 akan digelar di Kuala Lumpur pada 26-28 Oktober 2025, dengan dihadiri para pemimpin dunia termasuk Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping, bersama para kepala pemerintahan negara anggota ASEAN serta mitra dialog internasional.
Dalam pernyataan bersama pada 9 Juli 2025, para menteri luar negeri ASEAN menegaskan kembali komitmen mereka untuk mendukung integrasi Timor-Leste ke dalam kerangka ekonomi blok regional, dengan tujuan mempercepat partisipasi negara tersebut dalam berbagai perjanjian ekonomi utama ASEAN.
Timor Leste, yang dikenal sebagai negara termuda di Asia Tenggara, pertama kali mengajukan permohonan keanggotaan ASEAN pada 2011, hampir satu dekade setelah memperoleh kemerdekaan dari Indonesia pada 2002.
Kini, Timor Leste menjadi anggota ke-11, melengkapi keluarga besar ASEAN setelah proses panjang yang menjadi masa aksesi terlama dalam sejarah blok tersebut. Negara ini sebelumnya telah memperoleh status pengamat (observer state) pada 2023.
Harapan dan Tantangan Ekonomi
ASEAN dibentuk pada tahun 1967 dengan tujuan utama memperkuat kerja sama ekonomi, sosial, pendidikan, serta menjaga perdamaian dan keamanan regional. Kini, dengan bergabungnya Timor-Leste, cakupan ASEAN semakin luas, tidak hanya secara geografis, tetapi juga secara geopolitik.
Namun, tantangan besar masih menanti Timor-Leste. Menurut DW, negara kecil dengan populasi sekitar 1,3 juta jiwa ini diklasifikasikan sebagai ekonomi berpendapatan menengah ke bawah, dan hanya menyumbang 0,1% dari total PDB kawasan Asia Tenggara.
Tingkat pengangguran Timor Leste yang tinggi pun menjadi tantangan sosial yang serius. Meski begitu, Timor-Leste memiliki keunggulan demografis, dengan 74% penduduknya berusia di bawah 35 tahun, menurut data PBB. Hal ini memberi potensi besar bagi pembangunan ekonomi jangka panjang jika dapat dikelola dengan baik.
Harapan dan Skeptisisme
