Gambar anggota Houthi yang berkumpul pada hari Minggu (4/1), menunjukkan perlawanan setelah serangan udara yang dipimpin Amerika Serikat (nytimes.com)
JawaPos.com - Konflik di Timur Tengah kembali memanas. Kelompok Houthi di Yaman pada Kamis (17/10) waktu setempat mengumumkan bahwa Kepala Staf mereka, Muhammad Abd al-Karim al-Ghamari, tewas saat menjalankan tugasnya.
Beberapa jam kemudian, Israel mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan salah satu pejabat militer paling senior di kelompok bersenjata tersebut.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengkonfirmasi bahwa al-Ghamari menjadi target dalam serangan udara Tel Aviv terhadap wilayah Yaman, menyebutnya sebagai “operasi pertahanan yang sukses.”
“Kami akan melakukan hal yang sama terhadap ancaman apa pun di masa depan,” kata Katz dalam unggahannya di media sosial.
Dalam pernyataannya, kelompok Houthi menegaskan kematian al-Ghamari tidak akan menghentikan perlawanan mereka terhadap Israel.
“Israel akan menerima hukuman yang setimpal atas kejahatan yang telah dilakukan,” tegas kelompok tersebut.
Houthi juga menuding Tel Aviv melakukan serangan brutal berulang kali terhadap rakyat Yaman, menargetkan kawasan sipil dan infrastruktur vital. Mereka mengklaim telah meluncurkan 758 operasi militer sejak perang Gaza dimulai, termasuk lebih dari 1.800 peluru kendali dan drone.
Pemimpin kelompok, Abdel-Malik al-Houthi, dalam pidato televisi memuji al-Ghamari sebagai simbol pengorbanan dan keteguhan perlawanan.
“Para pemimpin kami adalah pengorbanan bagi Tuhan, dan kami akan terus di jalan yang sama,” katanya.
Kematian al-Ghamari terjadi hanya enam hari setelah gencatan senjata rapuh antara Israel dan Hamas diberlakukan dengan dukungan Amerika Serikat. Gencatan ini sempat menghentikan perang dua tahun di Gaza yang telah menewaskan hampir 68.000 warga Palestina dan memicu krisis kemanusiaan besar.
Namun, serangan Israel ke Yaman dinilai sebagai ancaman bagi stabilitas kawasan, terutama ketika Houthi telah lama mengaitkan perlawanan mereka dengan solidaritas terhadap rakyat Palestina.
Sejak perang Gaza dimulai pada Oktober 2023, Houthi melancarkan serangan rudal dan drone terhadap Israel serta menyerang kapal-kapal di Laut Merah. Sebagai respons, Amerika Serikat dan Inggris telah mengebom beberapa lokasi strategis Houthi di Yaman.
Banyak pihak menilai, tewasnya al-Ghamari dipandang sebagai eskalasi baru dalam 'perang bayangan' antara Israel dan kelompok-kelompok pro-Iran di kawasan Timur Tengah.
Banyak pengamat menilai langkah Tel Aviv ini bisa memicu balasan langsung dari Houthi, terutama terhadap jalur pelayaran internasional di Laut Merah.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
