
Gerbang Rafah di perbatasan Gaza Palestina dengan Mesir. (Al-Jazeera)
JawaPos.com - Persiapan pembukaan kembali Gerbang Rafah di perbatasan Gaza terus dilakukan, dan gerbang belum benar-benar dibuka.
Padahal sebelumnya diberitakan kalau rencana pembukaan gerbang perbatasan Rafah akan dilakukan hari ini, Kamis (16/10) waktu setempat.
Badan militer Israel yang mengelola urusan sipil di wilayah pendudukan, COGAT (Coordinator of Government Activities in the Territories), mengonfirmasi bahwa koordinasi dengan pihak Mesir masih berlangsung.
Namun, belum ada tanggal pasti kapan gerbang utama itu akan kembali dibuka untuk pergerakan manusia.
“Persiapan sedang dilakukan bersama Mesir untuk membuka Gerbang Rafah, namun tanggal resminya akan diumumkan kemudian,” demikian pernyataan resmi COGAT pada Kamis (16/10).
Langkah ini muncul setelah dua tahun perang yang menimbulkan kehancuran besar di Gaza dan disusul kesepakatan gencatan senjata yang rapuh.
Namun, ketegangan kembali meningkat setelah Israel menuding Hamas memperlambat pengembalian jenazah sandera yang tewas, sebuah isu sensitif yang dapat memicu runtuhnya kesepakatan damai tersebut.
Meski rencana pembukaan Gerbang Rafah disambut dengan harapan oleh warga Gaza yang terisolasi, COGAT menegaskan bahwa jalur itu tidak akan digunakan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan.
“Perlu ditegaskan, bantuan kemanusiaan tidak akan melewati Gerbang Rafah. Tidak ada kesepakatan terkait hal itu pada tahap mana pun,” tegas COGAT dalam pernyataannya kepada Reuters.
Sebagai gantinya, Israel menyebut arus bantuan tetap masuk melalui perlintasan Kerem Shalom, jalur yang dikontrol penuh oleh militer Israel, serta beberapa titik lain di sepanjang perbatasan.
Dua sumber diplomatik sebelumnya menyebutkan kepada Reuters bahwa Gerbang Rafah direncanakan dibuka pada Kamis (17/10) untuk pergerakan warga sipil, termasuk pasien dan tenaga kemanusiaan.
Namun, pernyataan terbaru dari COGAT menandakan adanya perubahan rencana atau negosiasi yang belum tuntas antara Tel Aviv dan Kairo.
Sebagaimana diketahui, pembukaan kembali Gerbang Rafah menjadi simbol penting bagi masa depan Gaza pascaperang.
Di satu sisi, langkah itu memberi peluang bagi mobilitas manusia dan potensi pemulihan ekonomi. Namun di sisi lain, kebijakan pembatasan bantuan menunjukkan Israel masih memegang kendali ketat atas aliran logistik dan kemanusiaan ke wilayah Palestina.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
