
Seorang wanita Palestina membersihkan area di sebelah tenda selama gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Kota Gaza pada 14 Oktober 2025. (Dawoud Abu Alkas/Reuters)
JawaPos.com - Harapan atas perdamaian di Gaza kembali goyah. Sedikitnya lima warga Palestina tewas dalam serangan terbaru Israel di kawasan Shujayea, Gaza City, pada Selasa (14/10).
Padahal, gencatan senjata antara Hamas dan Israel baru saja disepakati dan diberlakukan beberapa hari sebelumnya.
Sumber medis dari Rumah Sakit Al-Ahli Arab mengatakan kepada Al Jazeera Arabic bahwa kelima korban ditembak mati oleh tentara Israel di wilayah timur Gaza tersebut.
Militer Israel mengklaim serangan itu dilakukan sebagai 'tindakan defensif' terhadap orang-orang yang mendekati posisi pasukan di Gaza utara.
Israel menuding mereka sebagai tersangka yang melintasi garis kuning, batas yang ditetapkan dalam kesepakatan gencatan senjata.
“Pasukan kami menembak setelah para tersangka melanggar garis kuning dan mendekat secara mengancam,” bunyi pernyataan militer Israel.
Namun, di lapangan, laporan jurnalis Al Jazeera menggambarkan situasi berbeda. Tembakan terdengar sejak pagi hari, saat warga yang sudah lama mengungsi berusaha kembali ke rumah mereka yang hancur.
Kesepakatan gencatan senjata antara Hamas dan Israel yang diumumkan pekan lalu seharusnya menjadi titik balik setelah perang dua tahun yang memporak-porandakan Gaza.
Dalam perjanjian itu, kedua pihak sepakat menghentikan permusuhan dan menukar tawanan, semua warga Israel yang masih ditahan (hidup atau mati) akan dibebaskan dengan imbalan sekitar 2.000 tahanan Palestina.
Tahap pertama juga mengatur penarikan bertahap pasukan Israel dari garis depan ke area yang disebut 'garis kuning'.
Namun, peta kasar yang dibagikan oleh Presiden AS Donald Trump menunjukkan sekitar 58 persen wilayah Gaza masih berada di bawah kontrol Israel, menurut verifikasi tim investigasi Al Jazeera Sanad.
Kondisi itu memperlihatkan betapa rapuh dan tidak pasti implementasi gencatan senjata ini. Belum ada jaminan Israel akan sepenuhnya menarik diri dari Gaza.
Dokumen resmi dari Gedung Putih bahkan menyebut Israel boleh mempertahankan kehadiran militer di zona penyangga hingga 'tidak ada lagi ancaman teror yang muncul'.
Itu menjadi celah hukum yang dinilai para pengamat bisa memperpanjang pendudukan tanpa batas waktu.
Situasi Gaza juga semakin rumit akibat bentrokan internal. Pada Minggu lalu, Kementerian Dalam Negeri Gaza melaporkan 27 orang tewas, termasuk delapan anggota Hamas, dalam bentrokan antara milisi bersenjata lokal dan pasukan keamanan Hamas.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
