Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 Oktober 2025 | 00.18 WIB

Copenhill Denmark, Tempat Pengelolaan Sampah Dalam Gedung yang Sekaligus Jadi Lokasi Rekreasi dan Olahraga

Gedung copenhill dari atas

JawaPos.com — Saat kita mendengar nama TPA atau Tempat Pemrosesan Akhir sampah di Indonesia, identik dengan gunungan sampah kotor, berbau dan berbahaya di mana banyak orang enggan dan dilarang untuk berada di area TPA. 

Sampah sudah memiliki stigma buruk bagi masyarakat Indonesia. Namun, bagaimana jika pengelolaan sampah di TPA menjadi sumber energi listrik untuk seluruh warga dan lokasi pengelolaan sampahnya menjadi tempat wisata?

Ternyata di Copenhagen, Denmark ada konsep TPA berupa gedung, bukan gunungan sampah seperti di Indoensia. Dan gedung tersebut dapat dikunjungi baik oleh warga Denmark maupun turis mancanegara sebagai tempat wisata.

Nama TPA ini adalah Copenhill, sebuah TPA berupa gedung tinggi yang jauh dari gambaran kotor, bau dan berbahaya. 

Dilansir dari laman resmi Copenhill,  Copenhill merupakan pusat olahraga di atas gedung tinggi di tengah perkotaan. Selain sebagai pusat olahraga dan rekreasi, di dalam gedung Copenhill yang tinggi juga terdapat area pengelolaan sampah untuk diubah menjadi energi listrik dan panas. 

Mengenal Copenhill: Gedung Tinggi yang Jadi Pusat Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Denmark

Jika banyak gedung tinggi di Indonesia adalah gedung perkantoran, hotel dan apartemen. Di ibukota Denmark yakni Copenhagen terdapat gedung yang jadi pusat pembangkit listrik tenaga sampah yakni Copenhill. 

Dilansir dari laman arquitecturaviva, gedung Copenhill merupakan salah satu gedung tertinggi di Copenhagen, Denmark. Gedung ini dibangun oleh arsitektur Denmark, Bjarke Ingels yang merupakan founder dan creative director dari Bjarke Ingel Group atau BIG.

Dalam wawancaranya melalui Wired UK, Bjarke menggambarkan Copenhill sebagai gunung buatan manusia. Di mana manusia dapat mendaki, melakukan olahraga favorit warga Denmark yakni ski, juga sekaligus tempat sampah diolah untuk menjadi tenaga listrik.

Sampah yang diolah merupakan sampah yang berasal 680.000 warga yang berada di daerah Copenhagen dan sekitarnya. Setiap hari menurut Jacob Simonsen, CEO of ARC yang menangani pengelolaan sampah di Copenhill, ada 250-350 truk per hari untuk mengangkut sampah.

Setelah sampah diangkut, akan dibawa ke area bunker untuk selanjutnya dibawa ke area perapian untuk dibakar. Selanjutnya energi panas yang dihasilkan saat proses pembakaran diarahkan menuju proses untuk menghasilkan energi listrik melalui turbin.

Gedung ini memadukan dua hal yang kontradiktif, tempat di mana sampah yang dibuang warga berkumpul dan diolah menjadi energi. Juga tempat di mana warga bisa berkumpul untuk berekreasi, berolahraga dan berwisata.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore